Breaking

Direktur HGII Borong Saham Senilai Rp44,83 Juta, Cek Potensi Cuan

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 19 Agustus 2026
Direktur HGII Borong Saham Senilai Rp44,83 Juta, Cek Potensi Cuan
Direktur HGII Robin Sunyoto menambah kepemilikan saham senilai Rp44,83 juta pada Agustus 2026. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Direktur PT Hero Global Investment Tbk (HGII) Robin Sunyoto menambah kepemilikan saham perusahaan pada Agustus 2026. Pembelian dilakukan ketika harga saham HGII masih mengalami tekanan.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Robin Sunyoto membeli secara tidak langsung sebanyak 375.000 saham HGII pada 10, 11, 12, dan 14 Agustus 2026.

Pembelian tersebut dilakukan untuk tujuan investasi dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp118 hingga Rp124 per saham.

Secara rinci, pembelian saham HGII yang dilakukan Robin Sunyoto adalah sebagai berikut.

  1. Tanggal: 10 Agustus 2026
    Jumlah saham: 75.000
    Harga per saham: Rp124
    Nilai transaksi: Rp9,3 juta
  2. Tanggal: 11 Agustus 2026
    Jumlah saham: 250.000
    Harga per saham: Rp118
    Nilai transaksi: Rp29,5 juta
  3. Tanggal: 12 Agustus 2026
    Jumlah saham: 25.000
    Harga per saham: Rp121
    Nilai transaksi: Rp3,025 juta
  4. Tanggal: 14 Agustus 2026
    Jumlah saham: 25.000
    Harga per saham: Rp120
    Nilai transaksi: Rp3 juta

Total pembelian mencapai 375.000 saham dengan nilai transaksi sebesar Rp44,825 juta. Dengan demikian, dana yang dikeluarkan untuk pembelian tersebut mencapai sekitar Rp44,83 juta.

Setelah transaksi, kepemilikan Robin Sunyoto di HGII meningkat dari 15.375.000 saham menjadi 15.750.000 saham. Porsi hak suaranya juga naik dari 23% menjadi 24%.

Pada perdagangan Selasa (18/8/2026), saham HGII ditutup di level Rp122 per saham atau stagnan dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Jika menggunakan harga Rp122 sebagai acuan, nilai 375.000 saham tambahan yang dibeli Robin Sunyoto saat ini mencapai sekitar Rp45,75 juta. Perhitungannya adalah 375.000 × Rp122 = Rp45,75 juta.

Sementara itu, total dana yang dikeluarkan untuk membeli saham tersebut mencapai sekitar Rp44,825 juta. Dengan demikian, secara sederhana terdapat potensi capital gain sekitar Rp925.000.

Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Rp45,75 juta - Rp44,825 juta = Rp925.000

Namun, angka tersebut dihitung berdasarkan harga pasar dan belum memperhitungkan biaya transaksi maupun pajak.

Jika seluruh pembelian dihitung secara tertimbang, harga rata-rata pembelian 375.000 saham HGII berada di sekitar Rp119,53 per saham.

Dengan harga HGII sebesar Rp122, posisi tersebut mencatat kenaikan sekitar Rp2,47 per saham atau sekitar 2,07%. Perhitungan ini menunjukkan bahwa rata-rata harga pembelian saham tambahan Robin Sunyoto sedikit lebih rendah dibandingkan harga pasar HGII pada 18 Agustus 2026.

Meski Robin Sunyoto menambah kepemilikan saham, pergerakan saham HGII secara keseluruhan masih menghadapi tekanan. Saham HGII tercatat anjlok 20,78% sepanjang 2026 hingga perdagangan Selasa (18/8/2026).

Hingga perdagangan Selasa (18/8/2026), harga saham HGII tercatat anjlok 32 poin atau 20,78% secara year to date (YtD). Kondisi tersebut membuat pembelian saham oleh direksi menjadi salah satu informasi yang perlu dicermati investor.

Transaksi pembelian saham oleh manajemen dapat menunjukkan adanya keputusan investasi, tetapi tidak otomatis menjadi jaminan bahwa harga saham akan segera berbalik naik.

Dalam laporan kepada OJK, Robin Sunyoto menyatakan bahwa dirinya tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali dan tidak berniat mempertahankan kontrol.

Setelah menambah 375.000 saham, kepemilikan Robin Sunyoto kini mencapai 15,75 juta saham atau setara dengan 24% hak suara. Pembelian saham dilakukan secara tidak langsung dan disebut memiliki tujuan investasi.

Bagi investor, perubahan kepemilikan oleh direksi dapat menjadi salah satu indikator yang dipantau bersama kinerja keuangan, prospek bisnis, likuiditas saham, serta valuasi HGII.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua