Breaking

Yen Melemah terhadap Dolar AS, USD/JPY Naik 0,22 Persen ke 158,50

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 20 Agustus 2026
Yen Melemah terhadap Dolar AS, USD/JPY Naik 0,22 Persen ke 158,50
Ilustrasi Yen Jepang melemah 0,22 persen terhadap dolar AS di level 158,50 pada perdagangan Kamis. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Yen Jepang melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (20/8/2026). USD/JPY diperdagangkan 0,22% lebih tinggi di sekitar 158,50 pada sesi Eropa karena defisit perdagangan Jepang melebar akibat tingginya harga energi.

Yen Jepang menjadi mata uang dengan kinerja terburuk terhadap dolar Selandia Baru pada perdagangan hari ini.

  • Yen Jepang terhadap dolar AS: -0,17%
  • Yen Jepang terhadap euro: -0,26%
  • Yen Jepang terhadap pound Inggris: -0,26%
  • Yen Jepang terhadap dolar Kanada: -0,30%
  • Yen Jepang terhadap dolar Australia: -0,13%
  • Yen Jepang terhadap dolar Selandia Baru: -0,50%
  • Yen Jepang terhadap franc Swiss: 0,00%

Kementerian Keuangan Jepang melaporkan defisit perdagangan melebar menjadi JPY 634,5 miliar pada Juli dari JPY 409,9 miliar. Investor sebelumnya memperkirakan defisit meningkat menjadi JPY 680 miliar.

Laporan perdagangan internasional menunjukkan impor melonjak 27,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi JPY 12,15 triliun secara musiman. Pertumbuhan ekspor Jepang juga tetap kuat sebesar 23,2%, lebih tinggi dari estimasi 19,9%.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih meyakini Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September.

Analis Standard Chartered memajukan proyeksi pengetatan kebijakan BoJ. Mereka kini memperkirakan BoJ menaikkan suku bunga sebesar 25 bp pada 18 September, dari perkiraan sebelumnya pada Oktober.

Standard Chartered juga memperkirakan dua kenaikan tambahan masing-masing sebesar 25 bp setelah September, yakni pada kuartal I dan kuartal III 2027. Sebelumnya, bank tersebut memperkirakan kenaikan 25 bp pada Oktober dan kuartal II 2027.

Sementara itu, dolar AS berada di bawah tekanan terhadap mata uang utama lainnya akibat penurunan tajam imbal hasil Treasury AS. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar level terendah baru tujuh pekan, yaitu 98,77, yang tercatat pada Rabu.

Imbal hasil obligasi AS turun signifikan setelah Departemen Keuangan AS mengungkapkan rencana menggandakan pembelian kembali obligasi bertenor panjang. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meredakan tekanan akibat tingginya biaya pinjaman.

Pada grafik harian, USD/JPY diperdagangkan di 158,43 dan mempertahankan bias bearish jangka pendek. Harga spot masih berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di 159,59.

Pasangan tersebut bergerak di bawah indikator tren jangka pendek dan menunjukkan bahwa upaya kenaikan berpotensi tertahan selama momentum tetap lemah. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di sekitar 39, yang menandakan permintaan lemah tetapi belum memasuki kondisi jenuh jual.

Dari sisi atas, area resistance terdekat berada di EMA 20 hari pada 159,59. Level tersebut menjadi penghalang pertama bagi upaya pemulihan dan mempertahankan bias bearish selama harga berada di bawahnya.

Belum terdapat level support dasar yang jelas dalam data langsung. Karena itu, perhatian pasar tertuju pada kemampuan penjual mempertahankan tekanan di bawah 159,59, sementara penembusan berkelanjutan di atas EMA tersebut diperlukan untuk meredakan bias penurunan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua