Breaking

Saham JARR Naik 52,74 Persen, Empat Emiten Haji Isam Teratas

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 22 Agustus 2026
Saham JARR Naik 52,74 Persen, Empat Emiten Haji Isam Teratas
Ilustrasi Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) naik 52,74 persen sepanjang pekan hingga 21 Agustus 2026. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Saham-saham yang terafiliasi dengan sejumlah konglomerat mencatatkan penguatan sepanjang pekan ini. Kinerja paling menonjol datang dari emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Jumat (21/8/2026), empat saham dalam ekosistem bisnis Haji Isam menempati posisi teratas dalam daftar 10 saham konglomerasi dengan kinerja mingguan terbaik.

Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) mencatat kenaikan tertinggi, yakni 52,74 persen sepanjang pekan menjadi Rp3.070 per saham. Pada perdagangan Jumat, saham JARR masih menguat 3,37 persen.

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) menyusul setelah melonjak 30,41 persen sepanjang pekan menjadi Rp386 per saham. Pada perdagangan Jumat, saham PACK naik 9,66 persen.

PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) menguat 27,27 persen sepanjang pekan menjadi Rp1.750. Namun, saham TEBE terkoreksi 6,17 persen pada perdagangan Jumat.

Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) naik 24,84 persen sepanjang pekan menjadi Rp9.550. Pada perdagangan harian, saham PGUN turun 2,55 persen.

Dengan demikian, empat saham tersebut yang berada dalam kelompok Haji Isam menguasai posisi 4 besar berdasarkan kinerja mingguan.

Penguatan tersebut terjadi di tengah perhatian pasar terhadap rumor rencana akuisisi PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya.

Namun, saham-saham tersebut tetap bergerak fluktuatif meski Jhonlin Group dan Bayan telah memberikan klarifikasi terkait rumor tersebut.

Manajemen PGUN dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada Kamis (20/8) menyatakan perseroan tidak mengetahui kebenaran maupun memiliki informasi mengenai pemberitaan rencana pengambilalihan BYAN.

Jhonlin Agro sebelumnya juga membantah kabar mengenai rencana akuisisi sekitar 62 persen saham BYAN oleh Haji Isam.

Direktur Utama JARR Indra Irawan menyatakan perseroan maupun grup usaha tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN. Perseroan juga belum menerima konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari pemegang saham pengendali maupun pemilik manfaat akhir mengenai rencana tersebut.

“Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN),” ujar Indra dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (19/8/2026).

Jhonlin Group juga menyatakan hingga surat tersebut disampaikan, tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian material lain yang belum disampaikan kepada publik yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan.

Dari pihak BYAN, manajemen Bayan dalam surat kepada BEI tertanggal 18 Agustus 2026 menyatakan belum mengetahui rencana pengambilalihan atau akuisisi saham perseroan sebagaimana informasi yang beredar.

“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut,” tulis manajemen Bayan.

Meski demikian, Bayan menyebut pemegang saham pengendali perseroan dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasinya di Bayan.

Bayan juga menyatakan belum mengetahui pihak yang terlibat, struktur transaksi, porsi saham yang akan dialihkan, maupun nilai transaksi apabila aksi tersebut benar-benar dilakukan.

Perseroan menegaskan belum terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan karena belum ada transaksi yang dapat dikonfirmasi.

Rumor tersebut muncul setelah pemberitaan yang menyebut Haji Isam bersama pemegang saham pengendali Bayan, Dato’ Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI), Norman Joesoef, terlihat meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Di bawah kelompok Haji Isam, saham-saham Grup Bakrie menjadi kelompok berikutnya yang mencatatkan penguatan terbesar.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 12,10 persen sepanjang pekan menjadi Rp695. Pada perdagangan Jumat, saham BRMS menguat 1,46 persen.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 8,29 persen sepanjang pekan menjadi Rp196. Pada perdagangan Jumat, saham BUMI naik 3,16 persen.

Saham BRMS sebagai anak usaha Bumi merupakan bagian dari Grup Bakrie dan Salim.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang masuk dalam Grup Salim naik 4,92 persen sepanjang pekan menjadi Rp4.480. Pada perdagangan Jumat, saham AMMN menguat 0,22 persen.

Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang dikendalikan taipan Low Tuck Kwong juga masuk dalam daftar. Saham BYAN naik 8,33 persen sepanjang pekan menjadi Rp15.600, meski terkoreksi 3,55 persen pada perdagangan Jumat.

Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo menguat 8,01 persen sepanjang pekan menjadi Rp2.090. Namun, saham WIFI turun 1,42 persen pada Jumat.

Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) dari kelompok Hapsoro naik 4,83 persen sepanjang pekan menjadi Rp760. Saham BUVA juga menguat 2,01 persen pada perdagangan Jumat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua