Daftar Harga Sembako Jawa Timur Hari Ini: Beras dan Elpiji Naik
SURABAYA – Harga bahan pokok di Jawa Timur terus mengalami perubahan secara berfluktuasi dari hari ke hari.
Pada hari ini, komoditas bawang merah, daging sapi, beras medium, minyak goreng curah, premium, sederhana, telur ayam kampung, serta gas elpiji 3 kg mengalami kenaikan harga. Sementara itu, daging dan telur ayam ras, daging ayam kampung, cabai keriting, dan Minyakita mengalami penurunan harga.
Memantau perkembangan harga bahan pokok secara harian merupakan langkah yang tidak boleh diabaikan oleh masyarakat.
Selain membantu dalam mengatur anggaran belanja bulanan, informasi ini sangat penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi harga yang tidak menentu.
Sembako merupakan kependekan dari sembilan bahan pokok.
Komoditas ini menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat guna memenuhi gizi harian serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Sembilan jenis bahan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, hingga garam.
Di samping sembilan komoditas tersebut, bahan dapur yang tidak kalah penting keberadaannya adalah cabai.
Berikut ini merupakan perincian harga bahan pokok terbaru di Jawa Timur pada Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 09.21 WIB yang dihimpun dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.
Beras Premium: Rp 15.033/kg
Beras Medium: Rp 13.150/kg
Gula Kristal Putih: Rp 17.082/kg
Minyak Goreng Curah: Rp 20.493/kg
Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 22.272/liter
Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 18.948/liter
Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.005/liter
Daging Sapi Paha Belakang: Rp 130.429/kg
Daging Ayam Ras: Rp 38.965/kg
Daging Ayam Kampung: Rp 68.134/ekor
Telur Ayam Ras: Rp 23.180/kg
Telur Ayam Kampung: Rp 45.997/kg
Susu Kental Manis Bendera: Rp 12.397/370 gram
Susu Kental Manis Indomilk: Rp 12.396/370 gram
Susu Bubuk Bendera: Rp 41.479/400 gram
Susu Bubuk Indomilk: Rp 41.454/400 gram
Garam Bata: Rp 2.053/buah
Garam Halus: Rp 9.347/kg
Cabai Merah Keriting: Rp 30.218/kg
Cabai Merah Besar: Rp 30.490/kg
Cabai Rawit Merah: Rp 47.675/kg
Bawang Merah: Rp 28.129/kg
Bawang Putih Sinco/Honan: Rp 29.847/kg
Gas Elpiji 3 Kg: Rp 20.197/kg
Menilik rata-rata harga sembako di Jawa Timur hari ini, bawang merah naik Rp 901 atau 3,31 persen, daging sapi paha belakang naik Rp 1.059 atau 0,82 persen, dan beras medium naik Rp 135 atau 1,04 persen.
Selanjutnya, minyak goreng curah naik Rp 240 atau 1,18 persen, minyak goreng kemasan premium naik Rp 456 atau 2,09 persen, minyak goreng kemasan sederhana naik Rp 231 atau 1,24 persen, telur ayam kampung naik Rp 138 atau 0,30 persen, serta gas elpiji naik Rp 345 atau 1,74 persen.
Di sisi lain, daging ayam ras mengalami penurunan Rp 210 atau 0,54 persen, daging ayam kampung turun Rp 1.686 atau 2,41 persen, telur ayam ras turun Rp 115 atau 0,49 persen, cabai keriting turun Rp 400 atau 1,31 persen, dan Minyakita turun Rp 118 atau 0,73 persen.
Pergerakan harga bahan pokok ini dipengaruhi oleh beragam variabel pendukung.
Hal tersebut berkisar dari biaya produksi, regulasi pemerintah, nilai tukar mata uang, hingga kondisi iklim.
Saat permintaan melonjak namun persediaan tetap atau menyusut, harga cenderung merangkak naik. Sebaliknya, ketika persediaan melimpah melebihi permintaan, harga berpotensi melandai.
Kondisi cuaca ekstrem, bencana alam, serta pergantian musim dapat mengganggu hasil panen sektor pertanian. Keterbatasan pasokan yang disebabkan oleh buruknya cuaca ini memicu lonjakan harga di pasaran.
Kebijakan terkait impor, pemberian subsidi, penetapan pajak, atau aturan lain dari pemerintah turut memengaruhi fluktuasi harga sembako. Kebijakan pembatasan impor maupun penyesuaian tarif pajak menjadi salah satu pemicunya.
Peningkatan biaya bahan baku, pupuk, bahan bakar minyak, hingga upah tenaga kerja dapat mendongkrak ongkos produksi dan distribusi logistik. Hal ini berimplikasi langsung pada penetapan harga jual sembako.
Ketidakstabilan nilai tukar mata uang, terutamanya pada bahan pangan impor, turut berdampak pada penyesuaian harga. Penurunan nilai mata uang lokal bakal menjadikan harga komoditas impor lebih tinggi.
Laju inflasi yang tinggi berisiko memicu kenaikan harga sembako akibat membengkaknya biaya barang dan jasa secara umum.
Kondisi dinamika ekonomi yang kurang stabil dapat memperparah situasi tersebut.
Hambatan pada jalur distribusi seperti kemacetan jalur darat, aksi pemogokan, hingga kendala logistik dapat memicu keterlambatan pengiriman. Hal ini berujung pada menipisnya stok pasokan dan mendongkrak harga di pasaran.
Berbagai faktor pemicu tersebut menjadikan harga kebutuhan pokok kerap berubah, sehingga memerlukan pengawasan ketat serta respons kebijakan yang tepat demi menjaga stabilitas pasar. Perlu dicatat bahwa harga di tiap pasar bisa bervariasi, dan daftar di atas merupakan angka rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.