Breaking

Saham BYAN Naik 26,9 persen Sebulan, Rumor Akuisisi Jadi Sorotan

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 27 Agustus 2026
Saham BYAN Naik 26,9 persen Sebulan, Rumor Akuisisi Jadi Sorotan
Ilustrasi Saham BYAN naik 26,9 persen dalam sebulan seiring munculnya rumor akuisisi. (sumber gambar: NET)

JAKARTA – Rumor pelepasan saham mayoritas PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Low Tuck Kwong kepada konsorsium yang dikaitkan dengan Haji Isam kembali mencuat. Nilai transaksi disebut mencapai sekitar US$5,5 miliar, meski belum ada kepastian final.

Manajemen BYAN menyatakan belum mengetahui rencana akuisisi tersebut, namun menegaskan pemegang saham pengendali dapat mempertimbangkan berbagai peluang investasi.

“Namun pemegang saham pengendali BYAN telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi,” tulis manajemen BYAN dalam keterbukaan informasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai rumor akuisisi memicu perhatian pasar, termasuk pada saham-saham yang terkait jaringan bisnis Haji Isam. Ia menekankan pentingnya mencermati struktur pendanaan jika transaksi benar-benar terjadi.

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana transaksi tersebut dibiayai, apakah menggunakan kas, utang, penerbitan saham baru atau kombinasi beberapa sumber pendanaan. Jika terlalu banyak menggunakan utang, leverage perusahaan bisa meningkat,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Harga saham BYAN pada Rabu (26/8/2026) naik 225 poin atau 1,49 persen ke Rp15.325. Dalam sebulan terakhir, saham ini menguat 26,92 persen, meski sejak awal tahun masih melemah 6,75 persen.

Dari sisi fundamental, Research Analyst KB Valbury Sekuritas Adolf RB Setiadi menilai BYAN unggul dalam skala produksi besar, integrasi logistik, dan struktur biaya rendah. Cash cost BYAN pada 2025 tercatat US$32,5 per ton, lebih rendah dari panduan US$39,1 per ton. 

Produksi mencapai 68 juta ton dengan penjualan 70,8 juta ton, menghasilkan laba bersih US$784 juta. Infrastruktur pit-to-port yang terintegrasi memperkuat posisi kompetitif BYAN.

Investor ritel perlu membedakan antara sentimen rumor akuisisi dan fundamental BYAN. Kepastian mengenai struktur transaksi, sumber pendanaan, harga akuisisi, serta persetujuan regulator akan menjadi faktor penentu dampak akuisisi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua