Breaking

Buyback 500 Juta Euro, Deutsche Bank Perkuat Strategi Pengembalian Modal

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 27 Agustus 2026
Buyback 500 Juta Euro, Deutsche Bank Perkuat Strategi Pengembalian Modal
Ilustrasi Program buyback bertujuan mengurangi jumlah saham beredar dan berpotensi meningkatkan laba per saham. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Deutsche Bank resmi memulai program pembelian kembali saham (buyback) senilai €500 juta pada Selasa (25/8/2026). Program ini menyusul penyelesaian buyback sebelumnya yang bernilai €1 miliar dan dibiayai dari laba bersih tahun ini dengan memanfaatkan kapasitas modal yang tersedia.

Program buyback menjadi bagian dari strategi pengembalian modal kepada pemegang saham, dilakukan saat saham Deutsche Bank masih diperdagangkan dekat level tertinggi dalam 52 minggu terakhir. 

Pada perdagangan Xetra Frankfurt, saham bank tersebut berada di level €33,09, bergerak dalam rentang €32,91–€33,37. Di pasar AS, saham Deutsche Bank terakhir berada di US$38,54, mendekati level tertinggi US$40,43.

“Program buyback dapat mengurangi jumlah saham yang beredar secara bertahap. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan laba per saham apabila kinerja laba tetap terjaga,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Program ini juga menjadi perhatian karena valuasi pasar saham Deutsche Bank saat ini lebih tinggi dibanding estimasi nilai intrinsik US$25,18. Perbedaan sekitar 53,1% menunjukkan ekspektasi besar investor terhadap kinerja dan pengembalian modal bank.

Deutsche Bank memiliki bisnis utama di perbankan korporasi dan investasi, perbankan privat, serta manajemen aset. Salah satu pilar bisnisnya adalah layanan transaction banking global, mencakup pengelolaan kas, pembiayaan perdagangan, dan layanan sekuritas. Pendapatan dari layanan ini mendukung hubungan jangka panjang dengan perusahaan besar yang juga menggunakan layanan penerbitan utang, penawaran saham, dan lindung nilai.

Bagi investor, keberlanjutan laba menjadi faktor penting untuk menilai kemampuan Deutsche Bank mempertahankan pembagian modal melalui dividen dan buyback. Pasar kini mencermati apakah strategi pengembalian modal mampu menjaga tren saham di level tertinggi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua