Breaking

Kekhawatiran Dolar AS Buat Harga Emas Menguat Tipis ke US$ 4.611 per Ons

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 27 Agustus 2026
Kekhawatiran Dolar AS Buat Harga Emas Menguat Tipis ke US$ 4.611 per Ons
Ilustrasi Dolar AS (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga emas mencatatkan kenaikan tipis pada sesi perdagangan Kamis (27/8/2026) akibat munculnya kekhawatiran atas penurunan nilai dolar AS serta lonjakan defisit anggaran Amerika Serikat (AS). Perhatian para pelaku pasar saat ini berfokus pada pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh yang bakal disampaikan dalam simposium Jackson Hole.

Pada pukul 06.30 GMT, harga emas spot terpantau menguat 0,4% hingga menyentuh US$ 4.611,16 per ons troi. Di saat yang sama, harga emas berjangka AS turut bergerak naik 0,3% menuju level US$ 4.664,50 per ons troi.

Analis Pasar Senior OANDA Kelvin Wong menyampaikan bahwa kecemasan atas pelemahan mata uang dolar AS dan besarnya defisit anggaran AS tetap menjadi pendorong utama bagi pergerakan harga emas untuk jangka menengah.

"Narasi pelemahan dolar, ditambah kekhawatiran defisit anggaran AS, tetap mendukung emas dalam jangka menengah," ujar Wong sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lompatan harga emas lebih dari 5% sempat terjadi pada pekan lalu usai Departemen Keuangan AS memperbesar program pembelian kembali obligasi lama tenor panjang. Langkah tersebut kembali memicu kecemasan pasar terkait potensi penurunan nilai tukar dolar AS.

Saat ini, fokus para investor tertuju pada pidato Warsh di forum tahunan Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat (28/8). Isu yang bakal disampaikan dianggap sangat krusial guna memperkirakan arah kebijakan suku bunga acuan The Fed berikutnya.

Wong menambahkan bahwa pasar memerlukan kepastian mengenai langkah yang akan diambil The Fed dalam menghadapi situasi ekonomi belakangan ini.

Apabila Warsh tidak memaparkan panduan moneter secara spesifik, maka ekspektasi publik terkait kenaikan suku bunga diprediksi tidak akan mengalami banyak perubahan.

Laporan terkini memperlihatkan bahwa inflasi tahunan AS pada Juli masih tertahan di level tinggi serta berada cukup jauh di atas target The Fed yakni 2%. Situasi ini semakin memperuncing perbedaan pandangan di internal bank sentral AS mengenai keputusan menaikkan atau menahan suku bunga.

Bagi pergerakan emas, kepastian arah suku bunga memegang peranan sangat penting. Walau emas kerap dijadikan pilihan lindung nilai ketika gejolak ekonomi dan geopolitik meningkat, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil.

Mengenai kondisi geopolitik, Perdana Menteri Qatar dijadwalkan melawat ke Teheran untuk mengupayakan kembali jalur diplomasi setelah hubungan AS dan Iran kembali memanas akibat rencana Washington memperketat sanksi ekonomi.

Analis Pasar XS.com Linh Tran menilai harga emas masih akan bertahan dalam fase konsolidasi sebelum nantinya menemukan momentum untuk naik kembali.

"Area US$ 4.700 masih menjadi penghalang penting dalam jangka pendek," kata Tran sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada komoditas lainnya, harga perak spot melesat 1% menjadi US$ 68,77 per ons troi. Sementara itu, platinum menguat 0,5% ke posisi US$ 1.837,48 dan palladium bertambah 0,1% menuju US$ 1.329,81 per ons troi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua