Breaking

Proyeksi Harga Emas Pekan Depan Berpotensi Melemah ke Area Support

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 28 Agustus 2026
Proyeksi Harga Emas Pekan Depan Berpotensi Melemah ke Area Support
Ilustrasi Emas (FOTO : NET)

JAKARTA – Proyeksi terhadap harga emas diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penurunan pada perdagangan pekan mendatang, seiring tingginya bayangan tren bearish pada pergerakan logam mulia.

Pada Jumat (28/8/2026) jam 12.00 WIB, harga emas pasar spot berada pada level US$ 4.584 per ons troi atau melemah 0,35% harian dan turun 0,49% dalam sepekan terakhir.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyampaikan, pergerakan logam mulia masih didominasi oleh tren bearish pada time frame H4. Peluang koreksi dinilai masih terbuka lebar lantaran harga belum sanggup menembus area resistance US$ 4.617 - US$ 4.643 per ons troi.

“Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan, harga emas berpotensi bergerak turun menuju area support berikutnya di US$ 4.540 hingga US$ 4.517,” ujar Geraldo dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan time frame H4, hasil analisis Dupoin Futures memperlihatkan bahwa struktur pasar masih sangat dikuasai tren bearish. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual belum surut sepenuhnya meski harga sempat berupaya beranjak naik.

Kegagalan melewati batas resistance sebelumnya menjadi sinyal belum cukup kuatnya dorongan buyer untuk mengubah struktur tren secara signifikan. Oleh sebab itu, Dupoin Futures menilai risiko pelemahan tetap patut diwaspadai untuk pekan depan.

Batas resistance US$ 4.617 - US$ 4.643 merupakan zona krusial dalam hitungan proyeksi Dupoin Futures. Area ini menjadi penentu yang wajib dilewati bilamana buyer berencana membawa XAUUSD memasuki fase penguatan yang lebih solid.

Akan tetapi, potensi tekanan bearish diprediksi tetap dominan selama harga masih tertahan di bawah zona tersebut. Kegagalan breakout dapat memicu seller mengambil alih kendali dan membuka celah penyesuaian harga ke support yang lebih rendah.

Kendati skenario utama mengarah pada penurunan, Dupoin Futures menilai pergeseran momentum tetap berpeluang terjadi jika harga sanggup menembus dan bertahan di atas resistance US$ 4.643.

“Breakout yang valid dapat menjadi indikasi bahwa tekanan seller mulai berkurang dan buyer mulai mendapatkan kembali kendali. Namun, sebelum kondisi tersebut terjadi, Dupoin Futures masih menempatkan skenario bearish sebagai proyeksi utama untuk pergerakan pekan depan,” lanjut Geraldo sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menilik sisi fundamental, perhatian pasar dinilai Dupoin Futures bakal tertuju pada dinamika arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pidato Kevin Warsh di forum Jackson Hole bakal menjadi salah satu katalis kunci.

Pernyataan tersebut berpotensi menyedot perhatian investor yang sedang mencermati sinyal langkah Federal Reserve (The Fed) selanjutnya. Di tengah tingginya inflasi AS, setiap petunjuk suku bunga dapat memicu pergerakan dolar AS, Treasury Yield, hingga berpengaruh pada harga emas.

Ekspektasi atas kebijakan The Fed menjadi pijakan yang amat krusial bagi Dupoin Futures dalam membaca prospek harga emas. Dolar AS dan imbal hasil obligasi berpeluang menguat apabila jajaran pejabat The Fed bersikap hawkish dan memberi sinyal suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Situasi tersebut dapat memperbesar tekanan pada emas karena investor memperoleh opsi aset alternatif yang menawarkan hasil secara langsung.

Selain dari kebijakan moneter, Dupoin Futures menyoroti dinamika geopolitik sebagai pemicu lonjakan volatilitas emas. Sanksi Amerika Serikat terhadap Iran serta situasi terkini di Selat Hormuz terus berada dalam radar perhatian investor.

“Setiap peningkatan ketegangan geopolitik berpotensi mendorong investor meningkatkan kepemilikan aset safe haven seperti emas, sehingga dapat memberikan penahan terhadap tekanan jual secara teknikal,” pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua