Breaking

Ultah DPR RI ke-81, Doa Khusus Dipanjatkan di Paripurna Senayan

RE
Selasa, 01 September 2026
Ultah DPR RI ke-81, Doa Khusus Dipanjatkan di Paripurna Senayan

INSIDERINDONESIA.COM — Rapat Paripurna Khusus DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9) menjadi saksi momen penuh khidmat. Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), K.H. Abu Hurairah Abdul Salam, memimpin pembacaan doa dalam rangka HUT ke-81 DPR RI sekaligus penyampaian Laporan Kinerja Tahun Sidang 2025-2026.

Momen Spesial di Paripurna

Kehadiran tokoh pengelola Masjid Istiqlal ini memberikan nuansa berbeda pada jalannya rapat. Abu Hurairah menegaskan bahwa perjalanan panjang 81 tahun DPR RI bukanlah sekadar angka. Momentum ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi para wakil rakyat dalam mengemban amanah konstitusi.

"Ya Allah, pada tanggal 29 Agustus 2026, DPR RI telah memasuki usia yang ke-81 tahun. Jadikanlah perjalanan panjang hari ini sebagai penyemangat bagi kami untuk melanjutkan langkah ke depan dalam mengawal demokrasi, serta mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi bangsa dan negara yang kami cintai ini," ucapnya di hadapan peserta rapat.

Isi Doa: Niat Besar di Balik Ultah ke-81

Lebih dari sekadar perayaan, doa tersebut menyiratkan target besar yang ingin dicapai lembaga legislatif. Abu Hurairah memohon agar setiap langkah DPR RI senantiasa dibimbing dalam menjalankan amanah rakyat. Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak kepada kepentingan bangsa di tengah dinamika politik yang terus bergulir.

"Bimbinglah setiap langkah kami, agar ke depan dapat menjadi DPR RI yang berdampak dan dapat memperkokoh kedaulatan bangsa melalui parlemen yang modern, demokratis, dan responsif," ujarnya menambahkan.

Tak hanya untuk kelembagaan, doa juga ditujukan bagi para anggota dewan. Kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan menjadi permohonan utama agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan. Sikap saling menghormati, kerukunan, dan toleransi juga turut disorot dalam doa tersebut sebagai fondasi dalam merawat persatuan bangsa.

"Mash panjang jalan yang harus kami tempuh, dan masih banyak tantangan di depan yang harus kami hadapi. Berilah kami petunjuk untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya," tutupnya dengan harapan Indonesia menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

Pembacaan doa tersebut menutup rangkaian Rapat Paripurna Khusus yang digelar DPR RI. Harapan besar pun kini menggantung, menanti langkah nyata parlemen dalam mewujudkan visi Indonesia yang lebih sejahtera di usia dewasanya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua