Breaking

Harga BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026 Pertamax Tetap Stabil

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 02 September 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026 Pertamax Tetap Stabil
Ilustrasi BBM Nonsubsidi (FOTO : NET)

JAKARTA – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyampaikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti pertamax mengikuti pergerakan harga pasar minyak dunia.

“Kalau untuk pertamax itu kan prinsipnya itu adalah sesuai dengan harga pasar,” ujar Yuliot ketika ditemui setelah The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Yuliot menjelaskan bahwa Pertamina memakai formula khusus guna menghitung harga BBM nonsubsidi, yang mencakup biaya pokok penyediaan (BPP) serta margin keuntungan.

“Harga itu (pertamax) kan kan kami lihat itu harga rata-rata (minyak dunia). Dari harga rata-rata ya kira-kira berapa BPP dari Pertamina, kemudian ada margin,” ucap Yuliot sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Banderol bahan bakar minyak (BBM) per 1 September 2026 mengalami penyesuaian pada beberapa jenis produk. Pertamina menetapkan kenaikan harga untuk lini BBM nonsubsidi, meliputi Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green.

Di wilayah Jabodetabek, tarif BBM Dexlite (CN 51) disesuaikan menjadi Rp23.700 per liter sejak 1 September, dari yang sebelumnya Rp19.700 per liter. Produk Pertamina Dex (CN 53) turut melonjak dari Rp21.150 per liter menjadi Rp25.200 per liter terhitung mulai 1 September 2026.

Selanjutnya, Pertamax Turbo merangkak naik dari Rp18.300 per liter pada bulan Agustus menjadi Rp19.600 per liter per 1 September 2026. Sementara itu, Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 per liter menjadi Rp19.150 per liter yang berlaku mulai 2 September 2026.

Di sisi lain, patokan harga Pertamax tidak berubah di angka Rp15.950 per liter sejak 1 Agustus 2026. Nilai jual BBM penugasan serta subsidi juga berada di posisi stabil, yakni Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar senilai Rp6.800 per liter.

Mengutip Sputnik, pergerakan harga minyak mentah Brent di tingkat global merangkak hingga melampaui 96 dolar AS per barel seiring mencuatnya gelombang serangan baru antara Amerika Serikat dan Iran, berdasarkan catatan data perdagangan.

Pada pukul 00.58 GMT, nilai kontrak berjangka minyak mentah Brent pengiriman Desember menguat 1,48 persen dari posisi penutupan sebelumnya ke level 96,65 dolar AS per barel. Pada saat yang sama, kontrak berjangka WTI pengiriman Oktober bertambah 1,98 persen menuju 92,20 dolar AS per barel.

Pencapaian angka tersebut menandai lonjakan harga yang terbilang tajam bila disandingkan dengan kondisi akhir Agustus lalu. Kala itu, harga minyak mentah Brent sempat merosot pada akhir Agustus 2026 menuju kisaran 86,2 dolar AS per barel, melanjutkan tren penurunan 2,4 persen pada sesi sebelumnya. Hal serupa dialami West Texas Intermediate (WTI) yang menyusut 5,5 persen hingga menyentuh 80,40 dolar AS per barel.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua