Jalur Alternatif Medan–Berastagi untuk Kendaraan Wisata, Pengerjaan Fisik Dijadwalkan 2027
INSIDERINDONESIA.COM — Pemprov Sumut memetakan pelebaran dan perbaikan sejumlah ruas jalan milik pemerintah pusat, provinsi, serta dua kabupaten, Deli Serdang dan Karo, untuk difungsikan sebagai jalur alternatif Medan–Berastagi. Skema ini diambil sebagai langkah cepat sebelum proyek jalan tol Medan–Berastagi yang masuk cetak biru Bappenas terealisasi.
Rute Penyebaran dari Simpang Poci
Kendaraan wisata yang melaju dari arah Medan akan diarahkan berbelok ke kiri di Simpang Poci, Jalan Jamin Ginting, menuju ruas Namorambe–Sembahe. Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Sumut Chandra Dalimunthe menyebutkan ruas tersebut akan dilebarkan dari empat menjadi enam hingga delapan meter.
Fokus kendaraan yang dilayani adalah mobil pribadi dan bus pariwisata. Adapun truk logistik tetap diwajibkan melalui jalur utama yang ada saat ini.
Mengapa Kemacetan Karo Butuh Penanganan Cepat
Berastagi, yang berjarak sekitar 66 kilometer dari Medan, merupakan gerbang wisata dataran tinggi Karo dengan dua gunung berapi aktif, Sibayak dan Sinabung, sebagai daya tarik utama. Perwakilan Ikatan Cendekiawan Karo, Sukarya Sinulingga, menyebut setidaknya ada empat titik kemacetan yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik dari Karo ke Medan.
Kepadatan kian parah setiap akhir pekan dan libur nasional karena Jalan Jamin Ginting menjadi satu-satunya akses darat menuju kawasan tersebut.
Intervensi Kawasan Wisata, Bukan Komersialisasi
Selain jalur penghubung, Pemprov Sumut menyiapkan pembenahan kawasan wisata di Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dan Tugu Perjuangan Berastagi. Penekanan berada pada infrastruktur dasar kawasan—bukan pembangunan fasilitas komersial berskala besar seperti mal atau hotel.
Bobby Nasution mencontohkan pendekatan serupa pernah diterapkan saat meremajakan kawasan Kota Lama Medan. "Kami ingin intervensi kawasan ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal," ujarnya seusai menerima Ikatan Cendekiawan Karo di Berastagi, Rabu.
Jadwal Pengerjaan dan Dukungan Masyarakat
Proyek ini menunggu tahap perencanaan teknis sebelum eksekusi lapangan. "Target maksimal pengerjaan intervensi fisik ini mulai berjalan pada 2027 hingga selesai pada 2028–2029. Jalur alternatif ini difokuskan untuk kendaraan wisata atau roda enam ke bawah," kata Bobby.
Sukarya menyambut baik rencana tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih atas nama masyarakat Karo, kami sangat gembira dengan kabar ini. Tentunya kami akan terus mendukung pembangunan ini," ucapnya.
Pemisahan jalur berdasarkan fungsi kendaraan ini dinilai strategis untuk menjaga keselamatan lalu lintas di Jalan Jamin Ginting yang selama ini melayani dua peran sekaligus: arus wisatawan dan distribusi barang.