Breaking

Strategi BlackRock Alokasikan 1 sampai 2 Persen Bitcoin di Portofolio

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 05 September 2026
Strategi BlackRock Alokasikan 1 sampai 2 Persen Bitcoin di Portofolio
Ilustrasi Bitcoin (FOTO : NET)

JAKARTA – Raksasa manajemen aset BlackRock kembali menegaskan pandangannya mengenai peran Bitcoin (BTC) pada portofolio investasi jangka panjang. Aset kripto tersebut dinilai memiliki potensi sebagai instrumen diversifikasi selama porsi penempatan dana dilakukan secara terukur.

Pada analisis terbarunya, alokasi Bitcoin sekitar 1% hingga 2% dinilai BlackRock sebagai kisaran yang patut dipertimbangkan di dalam portofolio tradisional 60/40, yaitu 60% saham serta 40% obligasi.

Laporan bertajuk Re-Underwriting Bitcoin: Still a Portfolio Diversifier menunjukkan penilaian BlackRock bahwa Bitcoin masih menyimpan karakteristik yang berbeda dibanding aset tradisional sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hubungan korelasi Bitcoin dengan aset tradisional yang tergolong rendah dalam jangka panjang menjadi salah satu alasannya. Pergerakan harga BTC pun tidak selalu seirama dengan saham atau obligasi karena karakter ini.

Kondisi pasar juga dapat memicu perilaku Bitcoin yang berbeda-beda. Saat terjadi proses deleveraging, BTC dapat beroperasi searah dengan aset berisiko, namun dalam situasi geopolitik tertentu Bitcoin berpotensi menjadi alternatif lindung nilai.

Karakteristik itulah yang mendasari BlackRock dalam memandang Bitcoin sebagai alat diversifikasi strategis.

Selanjutnya, fokus permasalahan berada pada seberapa besar eksposur modal yang aman dimasukkan ke dalam portofolio.

BlackRock menerapkan pendekatan berbasis risiko demi mengukur dampak Bitcoin terhadap portofolio 60/40.

Hasil analisis memperlihatkan alokasi Bitcoin sebesar 1% memberikan kontribusi sekitar 2% bagi keseluruhan risiko portofolio. Kontribusi risiko tersebut merangkak naik ke angka sekitar 5% saat alokasinya ditambah menjadi 2%.

Lonjakan kontribusi risiko terhadap total portofolio akan menyentuh sekitar 14% apabila porsinya ditingkatkan menjadi 4%. Sebagai pembanding, rata-rata kontribusi risiko dari satu saham Magnificent Seven berada pada kisaran 4%.

Perhitungan ini memperjelas bahwa penambahan porsi BTC mampu melipatgandakan kontribusi risiko secara cepat.

Oleh sebab itu, penetapan ukuran posisi menjadi aspek krusial dalam strategi pendekatan BlackRock terhadap Bitcoin.

Harga Bitcoin sendiri sempat mengalami penurunan sekitar 50% dari titik resminya yang tertinggi pada Oktober 2025. BlackRock menghubungkan fenomena koreksi itu dengan proses deleveraging pada pasar kripto serta pergeseran arus investor.

Catatan riwayat ini membuktikan bahwa Bitcoin masih berpeluang mengalami fluktuasi harga yang jauh lebih drastis ketimbang aset tradisional.

BlackRock turut mengingatkan investor bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Oleh karena itu, analisis terkait alokasi Bitcoin tidak bisa dijadikan acuan yang secara otomatis cocok bagi seluruh investor.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua