Breaking

Rupiah Menguat, Asing Net Buy Rp 1,6 Triliun Topang IHSG

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 07 September 2026
Rupiah Menguat, Asing Net Buy Rp 1,6 Triliun Topang IHSG
Ilustrasi Rupiah menguat ke Rp 17.642 per dolar AS mendukung stabilitas pasar saham domestik. (sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki pekan kedua September 2026 dengan risiko volatilitas yang masih tinggi. Ketegangan geopolitik global, terutama konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, berpotensi menahan laju penguatan IHSG pada perdagangan Senin (7/9/2026).

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, konflik AS-Iran menjadi salah satu risiko utama pasar karena dapat mengganggu pengiriman energi melalui Selat Hormuz dan mendorong kenaikan harga minyak global. Kenaikan harga minyak berpotensi kembali menekan sentimen pasar dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.

Dari dalam negeri, investor juga mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia Agustus 2026. Audi memperkirakan cadangan devisa masih berpotensi mencatat surplus, meski berada dalam tren penurunan sejak awal tahun. Dengan demikian, respons pasar terhadap data tersebut diperkirakan cenderung moderat.

"Risiko global masih membayangi, sehingga IHSG berpotensi melemah terbatas," ujar Audi, Minggu (6/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas pada rentang support 6.575 dan resistance 6.718. Sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,47% ke level 6.636,47 pada perdagangan Jumat (4/9).

Di tengah tekanan eksternal, penguatan rupiah dan masih derasnya aliran dana asing menjadi penopang pasar saham domestik. Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai penguatan rupiah ke sekitar Rp 17.642 per dolar AS pada akhir pekan lalu dapat membuka ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham.

Menurut Hendra, kondisi pasar relatif lebih terjaga selama rupiah mampu bertahan dan tidak kembali tertekan hingga mendekati level Rp 18.000 per dolar AS. Selain itu, investor asing masih membukukan net buy sekitar Rp 1,6 triliun dalam sepekan, yang menunjukkan minat terhadap aset saham Indonesia mulai pulih.

Hendra menempatkan area support IHSG pada 6.580-6.600 dan resistance 6.680-6.700. "Selama bertahan di atas 6.580, tren jangka pendek masih sehat," kata Hendra, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua