Breaking

Citi: Arus Dana Ekuitas Global Melemah, Investor Makin Berhati-hati

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 08 September 2026
Citi: Arus Dana Ekuitas Global Melemah, Investor Makin Berhati-hati
Ilustrasi Investor global mulai menahan diri seiring melemahnya arus dana ekuitas menurut Citi. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Keyakinan investor di pasar ekuitas global semakin melemah seiring arus dana yang menurun dan selera risiko yang mulai moderat. Kondisi tersebut tercermin dalam analisis posisi terbaru Citi, meskipun posisi aktual secara keseluruhan masih relatif stabil.

Strategi Citi menilai posisi investor di Amerika Serikat masih sedikit bullish. Namun, penurunan eksposur bruto menunjukkan meningkatnya sikap hati-hati. Di Eropa, pelemahan arus dana terlihat lebih signifikan, sedangkan eksposur bearish terus meningkat di sejumlah pasar Asia, terutama KOSPI dan Nikkei.

"Tema dominan saat ini adalah kesenjangan yang semakin melebar antara melemahnya arus dana dan posisi yang relatif masih bertahan," tulis para strategi tersebut, seraya menambahkan bahwa kondisi yang ada belum cukup ekstrem untuk mendukung skenario kapitulasi besar-besaran. Mereka menyebut short squeeze yang terlokalisasi dan pelepasan posisi sebagai risiko jangka pendek yang lebih signifikan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di Amerika Serikat, aktivitas short yang kembali meningkat mengimbangi permintaan investor yang terbatas pada pekan lalu. Citi mencatat arus dana S&P 500 berbalik sedikit bearish, sementara posisi long hanya sedikit berada di atas level netral dan masih jauh dari kondisi ekstrem pada Juni.

Citi juga mencatat penurunan eksposur bruto yang berlangsung secara berkelanjutan. Kondisi tersebut mengindikasikan investor semakin mengurangi aktivitas menjelang rilis data inflasi penting.

Kerugian yang belum direalisasi meningkat baik pada posisi long maupun short di S&P 500 dan Nasdaq. Sekitar separuh posisi pada masing-masing indeks saat ini berada dalam kondisi merugi.

Saham berkapitalisasi kecil menjadi pengecualian yang cukup mencolok. Konsentrasi eksposur long yang tinggi serta besarnya kerugian yang belum direalisasi meningkatkan risiko pelepasan posisi apabila pelemahan pasar berlanjut. Sebanyak 93% posisi saat ini berada dalam kondisi merugi.

Di Eropa, arus ekuitas memburuk secara signifikan pada pekan lalu. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi likuidasi posisi long di EuroStoxx dan peningkatan posisi short secara agresif di DAX.

Meski arus dana melemah, posisi agregat di EuroStoxx, FTSE, dan European Banks masih relatif stabil karena aktivitas investor yang saling mengimbangi, menurut para strategi Citi.

DAX menjadi pasar yang paling menonjol dengan terbentuknya basis posisi short yang sangat besar. Sebagian besar posisi short tersebut masih mengalami kerugian, sementara rata-rata level masuk berada cukup jauh di bawah harga saat ini.

Kondisi tersebut membuat pasar "rentan terhadap penutupan short kembali apabila hambatan ekonomi mereda," tulis para strategi tersebut, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di kawasan Asia, posisi investor pada Nikkei dan KOSPI terus melemah seiring bertambahnya posisi short dan berkurangnya posisi long. Kedua pasar tersebut semakin menunjukkan karakter posisi bearish satu arah.

Sementara itu, posisi di Hang Seng dan China A50 masih berada di sekitar level netral meski arus dana bergerak ke arah berbeda. Hang Seng mulai menunjukkan kembali tanda-tanda pelemahan.

Citi juga melihat adanya perbedaan signifikan antara meningkatnya posisi short pada KOSPI dan eksposur yang lebih konstruktif pada Nasdaq. Kondisi ini menunjukkan investor mulai membedakan eksposur semikonduktor regional, bukan mengambil pandangan yang sama terhadap tema AI secara keseluruhan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua