Breaking

Cathay Pacific Jadi Pilihan Utama Citi di Antara Maskapai Penerbangan China

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 09 September 2026
Cathay Pacific Jadi Pilihan Utama Citi di Antara Maskapai Penerbangan China
Ilustrasi saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Citi telah menentukan pilihan utamanya di antara maskapai penerbangan Asia-Pasifik dengan mengaitkan posisi kokoh maskapai tersebut dalam memanfaatkan peralihan ke perjalanan internasional serta jarak jauh, tempat kondisi penawaran dan permintaan menjadi semakin menguntungkan.

Bank investasi ini memperkirakan bahwa perjalanan udara internasional bakal terus menjadi motor utama pertumbuhan penerbangan yang berhubungan dengan China.

Citi menempatkan Cathay Pacific sebagai pilihan utamanya. Analisis Citi menyoroti sejumlah faktor yang memperkuat pandangan optimistis terhadap maskapai yang bermarkas di Hong Kong tersebut.

Bank ini memproyeksikan maskapai jarak jauh akan memperoleh kekuatan penetapan harga yang lebih kokoh pada paruh kedua 2026 sampai 2027, seiring dengan pertumbuhan permintaan internasional yang lebih cepat daripada kapasitas pesawat berbadan lebar yang tersedia.

Cathay mempunyai eksposur yang besar terhadap perjalanan internasional kelas premium yang dinilai Citi akan tetap bertahan, sehingga menopang imbal hasil dan profitabilitas.

Maskapai tersebut juga berpeluang memperoleh keuntungan dari limpahan lalu lintas penghubung jarak jauh dari Timur Tengah seiring penumpang yang berburu koneksi alternatif.

Pusat penerbangan Hong Kong milik Cathay memberikan keunggulan strategis dalam menghubungkan lalu lintas internasional dan yang berkaitan dengan China. Air China memegang 29,97 persen saham Cathay, sedangkan Cathay menguasai 12,85 persen saham Air China, yang menopang lalu lintas usaha patungan lintas batas serta konektivitas Hong Kong.

Di sisi lain, Citi menilai pasar domestik China telah mengalami kelebihan pasokan, dengan armada pesawat berbadan sempit yang terus bertambah sementara pengiriman pesawat COMAC meningkat mulai 2027, sehingga menahan kemampuan maskapai domestik untuk menaikkan tarif. Air China dan China Southern menyumbang lebih dari 70 persen pendapatan penumpang dari rute domestik, yang membuat mereka lebih rentan terhadap lemahnya penetapan harga domestik.

Oleh sebab itu, Citi lebih menyukai Cathay dalam perdagangan berpasangan menghadapi maskapai-maskapai tersebut. Dari sudut pandang valuasi, analisis Citi memperlihatkan Cathay diperdagangkan pada kisaran 10,3 kali estimasi laba 2026 dan 8,8 kali estimasi laba 2027, dengan rasio harga terhadap nilai buku sebesar 1,4 kali dan 1,3 kali, serta proyeksi imbal hasil ekuitas mencapai 16 persen pada 2026 dan 2027.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua