Breaking

Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia terhadap Emas dan Saham Teknologi

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 14 September 2026
Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia terhadap Emas dan Saham Teknologi
Ilustrasi minyak dunia kembali menjadi perhatian pasar (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga minyak dunia kembali menjadi perhatian pasar keuangan global. Hal ini terjadi setelah risiko gangguan pasokan di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah Brent kembali berada di atas 100 dollar AS per barrel.

Kenaikan harga energi tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap inflasi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral. Kondisi ini turut memengaruhi pergerakan emas, saham teknologi, mata uang, hingga bursa saham Jepang.

Berdasarkan laporan Morning Daily Analysis Dupoin Futures, Senin (14/9/2026), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di level 102,86 dollar AS per barrel, naik 2,89%. Sementara itu, harga emas dunia berada di level 4.340,11 dollar AS per troy ounce, turun 0,18%.

Ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan investor, mulai dari konflik Timur Tengah, ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral, hingga prospek saham Amazon.

Harga minyak WTI menguat seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Dalam analisis fundamentalnya, Dupoin menyebut serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi dan gangguan pelayaran di kawasan Teluk meningkatkan risk premium atau premi risiko minyak sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Secara fundamental, WTI masih cenderung bullish selama risiko pasokan berlanjut,” tulis Dupoin Futures dalam laporannya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, harga minyak yang tinggi juga membawa konsekuensi terhadap perekonomian global. Kenaikan harga energi dapat meningkatkan risiko inflasi dan mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Artinya, tekanan dari harga minyak tidak hanya dirasakan oleh konsumen energi, tetapi juga dapat memengaruhi arah suku bunga dan pasar investasi.

Dari sisi teknikal, Dupoin Futures melihat harga minyak WTI berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance 103,41 dollar AS hingga 104,27 dollar AS per barrel pada kerangka waktu satu jam. Dalam rekomendasi perdagangan hariannya, WTI memiliki harga pembukaan 101,60 dollar AS, target profit 104,27 dollar AS, dan stop loss 100,59 dollar AS.

Harga emas dunia bergerak melemah setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve atau The Fed. According to Dupoin Futures report, kenaikan inflasi AS membuat emas menghadapi tekanan karena investor memperkirakan suku bunga yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dollar AS dan imbal hasil obligasi. Namun, emas masih memiliki penopang dari risiko geopolitik dan harga minyak yang berada di atas 100 dollar AS per barel.

“Risiko geopolitik dan kenaikan harga minyak di atas 100 dollar AS per barrel tetap menjaga permintaan safe haven,” ungkap Dupoin Futures sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Aset safe haven merupakan instrumen yang cenderung dicari investor ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat.

Untuk perdagangan hari ini, pergerakan emas akan sangat dipengaruhi oleh arah dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury yield. Dupoin menjelaskan, kenaikan yield cenderung membatasi potensi penguatan emas, sedangkan eskalasi geopolitik dapat kembali memberikan dukungan terhadap harga logam mulia tersebut.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua