Breaking

Harga Minyak Naik, Saham Asia Bergerak Beragam Jelang Rapat The Fed

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 15 September 2026
Harga Minyak Naik, Saham Asia Bergerak Beragam Jelang Rapat The Fed
Ilustrasi Saham-saham Asia diperdagangkan beragam pada Selasa (15/9/2026) ketika investor mencermati ketegangan di Timur Tengah serta seruan sejumlah tokoh industri untuk memperlambat pengembangan kecerdasan buatan (AI). (sumber foto: NET)

JAKARTA - Saham-saham Asia diperdagangkan beragam pada Selasa (15/9/2026) ketika investor mencermati ketegangan di Timur Tengah serta seruan sejumlah tokoh industri untuk memperlambat pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Harga minyak mentah kembali melanjutkan reli, sementara obligasi Asia mengikuti pelemahan obligasi Pemerintah AS. Lonjakan harga minyak kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS.

Kenaikan harga energi turut menekan pasar obligasi Asia. Utang pemerintah Australia dibuka lebih rendah dengan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,75% menjadi 8.685.

"Pasar kemungkinan akan tetap berfokus pada risiko bahwa harga minyak mentah yang lebih tinggi dapat menambah tekanan inflasi dan, pada gilirannya, mendorong suku bunga lebih tinggi," kata Yokoo Akihiko, analis di Mitsubishi UFJ Bank, dalam sebuah catatan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pasar Asia juga masih bergerak volatil setelah sejumlah tokoh terkemuka di sektor AI memperingatkan mengenai perlunya memperlambat pengembangan teknologi tersebut demi keselamatan umat manusia.

Chief executive officer Anthropic PBC, Dario Amodei, mengatakan pengembangan sistem AI paling canggih perlu diperlambat untuk mencegah teknologi tersebut lepas dari kendali manusia dan menimbulkan kerugian katastrofik.

"Prospek perlambatan terkoordinasi dalam pengembangan AI masih belum pasti, mengingat persaingan yang intens baik di antara perusahaan-perusahaan AS maupun antara AS dan Tiongkok," kata Ng Jing Wen, analis di Mizuho Bank, dalam sebuah laporan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di kawasan Asia lainnya, saham Korea Selatan yang tercermin melalui indeks acuan KOSPI naik 0,04% menjadi 6.685. Indeks Nifty50 India juga menguat 0,27% dan diperdagangkan di level 23.462 pada Selasa.

Sementara itu, indeks Taiex Taiwan turun 0,27% menjadi 45.735.

Pasar saham China dan Hong Kong kehilangan momentum pada perdagangan Selasa. Indeks utama pasar saham China, SHANGHAI, turun 0,10% menjadi 3.881.

Bursa Saham Hong Kong juga melemah 0,23% menjadi 24.860.

Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 naik 0,36% menjadi 63.715.

Bank of Japan (BoJ) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 1,25% dari 1,0% pada Jumat. Para pengambil kebijakan semakin mencermati risiko inflasi yang melampaui target 2% BoJ.

Keputusan tersebut akan menjadi kenaikan suku bunga tercepat sejauh ini dalam siklus yang sedang berlangsung.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua