Breaking

Daftar Harga BBM Jatim Terbaru September 2026: Pertamina, BP, dan Shell

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 17 September 2026
Daftar Harga BBM Jatim Terbaru September 2026: Pertamina, BP, dan Shell
Ilustrasi Pengisian BBM non subsidi (FOTO : NET)

SURABAYA – Harga BBM di Jawa Timur pada hari Kamis, 17 September 2026, masih merujuk pada penyesuaian harga sejak 1 September 2026. Sejumlah varian BBM non-subsidi tercatat mengalami lonjakan harga, dengan Pertamina Dex mencatat kenaikan tertinggi sebesar Rp 4.050 per liter menjadi Rp 25.200.

Penyesuaian tarif ini juga menyasar sejumlah varian BBM milik BP dan Shell. Meski demikian, beberapa tipe BBM lainnya terpantau bertahan pada level harga yang sama dengan periode sebelumnya.

Perubahan harga BBM di Jawa Timur yang mulai berjalan sejak 1 September 2026 tersebut masih menjadi pedoman transaksi sampai hari ini.

Kenaikan harga ini didominasi oleh deretan produk BBM non-subsidi. Di sisi lain, harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.

Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina, BP, dan Shell yang berlaku di wilayah Jawa Timur pada September 2026.

PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian tarif pada sejumlah varian BBM non-subsidi untuk September 2026. Kenaikan harga tidak terjadi pada seluruh lini produk, sebab sebagian varian Pertamina masih memakai tarif periode sebelumnya.

Lonjakan harga paling signifikan pada produk Pertamina dialami Pertamina Dex yang naik Rp 4.050 per liter, dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter.

Di samping itu, varian Dexlite naik sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 23.700 per liter. Produk Pertamax Turbo juga merambat naik Rp 1.300 hingga menyentuh angka Rp 19.600 per liter.

Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina di Jawa Timur untuk September 2026:

Pertalite: Rp 10.000 per liter, tidak berubah dari Rp 10.000

Pertamax Turbo: Rp 19.600 per liter, naik Rp 1.300 dari Rp 18.300

Pertamax Green: Rp 16.600 per liter, tidak berubah dari Rp 16.600

Pertamax: Rp 15.950 per liter, tidak berubah dari Rp 15.950

Pertamax Pertashop: Rp 15.850 per liter, tidak berubah dari Rp 15.850

Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter, naik Rp 4.050 dari Rp 21.150

Dexlite: Rp 23.700 per liter, naik Rp 4.000 dari Rp 19.700

Biosolar: Rp 6.800 per liter, tidak berubah dari Rp 6.800

Hal ini menunjukkan penyesuaian harga September tidak berlaku merata pada seluruh lini produk Pertamina. Kenaikan hanya menyasar BBM non-subsidi tertentu, sedangkan Pertalite, Biosolar, Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Pertashop masih konsisten di harga lama.

Masyarakat Jawa Timur juga memiliki pilihan bahan bakar lain yang disediakan oleh BP. Beberapa tipe produk BP turut mengalami pergeseran harga pada September 2026 ini.

BP Ultimate mencatat kenaikan Rp 2.570 per liter dari Rp 16.760 menjadi Rp 19.330. Sementara itu, varian BP Ultimate Diesel melambung Rp 3.510 dari Rp 21.910 menjadi Rp 25.420 per liter.

Adapun produk BP 92 bertahan di angka Rp 16.130 per liter tanpa mengalami perubahan harga.

Berikut rincian harga BBM BP di Jawa Timur pada September 2026:

BP Ultimate: Rp 19.330 per liter, naik Rp 2.570 dari Rp 16.760

BP 92: Rp 16.130 per liter, tidak berubah dari Rp 16.130

BP Ultimate Diesel: Rp 25.420 per liter, naik Rp 3.510 dari Rp 21.910

Kondisi tersebut menuntut konsumen untuk lebih cermat memilih jenis BBM karena penyesuaian harga tidak diberlakukan pada seluruh lini produk BP.

Pilihan bahan bakar lainnya yang dipasarkan kepada masyarakat adalah deretan produk dari Shell. Merujuk pada penetapan harga per 1 September 2026, lini Shell V-Power Diesel turut mengalami lonjakan.

Shell V-Power Diesel kini dipasarkan seharga Rp 25.420 per liter. Angka ini bertambah Rp 3.510 dari tarif sebelumnya yang berada di kisaran Rp 21.910 per liter.

Patokan harga Shell V-Power Diesel pada September 2026 ini menjadi pegangan bagi para pengguna kendaraan bermesin diesel dalam merencanakan anggaran bahan bakar.

Kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi Pertamina mulai diterapkan pada Selasa, 1 September 2026 pukul 00.00 WIB. Langkah yang diambil PT Pertamina Patra Niaga ini mengacu pada skema dan formula perhitungan harga resmi dari pemerintah.

Penetapan harga BBM didasarkan pada kalkulasi sejumlah indikator utama. Parameter tersebut mencakup pergerakan harga minyak mentah dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga besaran pajak.

Kendati demikian, penyesuaian harga ini tidak diterapkan secara menyeluruh pada semua jenis BBM non-subsidi Pertamina. Lewat rilis resminya, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan bahwa kenaikan hanya dialami oleh sebagian produk saja.

"Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat," terang VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam rilis resmi Pertamina Patra Niaga sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa perubahan tarif per September 2026 tidak berdampak secara merata ke seluruh varian BBM non-subsidi. Ada tipe BBM yang mengalami kenaikan harga, sementara tipe lainnya tetap memakai harga periode sebelumnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua