Breaking

Harga Minyak Mentah WTI Turun 1,81 Persen ke USD 95,47

PU
Sabtu, 19 September 2026
Harga Minyak Mentah WTI Turun 1,81 Persen ke USD 95,47

INSIDERINDONESIA.COM — Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,81 persen ke level USD 95,47 pada Sabtu, 19 September 2026, dari posisi sebelumnya USD 101,39. Sepanjang hari, harga bergerak di rentang USD 94,83 hingga USD 98,01.

Angka itu turun dari posisi sebelumnya di USD 101,39 per barel. Sepanjang sesi, harga bergerak dalam rentang USD 94,83 hingga USD 98,01 per barel.

Rincian Pergerakan Harga

IndikatorNilai
Harga Terakhir95.4700 USD
Harga Sebelumnya101.3900 USD
Perubahan-1.81 persen
Rentang Harian94.8300 - 98.0100 USD

Penurunan ini menandai koreksi harian yang cukup dalam bagi WTI. Dalam satu sesi, harga kehilangan hampir 6 dolar AS per barel dari titik pembukaan.

Rentang harian yang lebar, sekitar USD 3,18, menunjukkan volatilitas tinggi. Harga sempat menyentuh level terendah USD 94,83 sebelum sedikit pulih menjelang penutupan.

Tekanan Jual Menekan Harga

Tekanan jual mendominasi perdagangan hari itu. Aksi lepas posisi mendorong harga menjauh dari level USD 100 per barel yang sempat dicapai sebelumnya.

Pergerakan WTI kerap menjadi acuan bagi harga minyak dunia lainnya. Melemahnya kontrak ini bisa memberi sinyal awal bagi arah pasar energi pekan berikutnya.

Bagi Indonesia, fluktuasi harga minyak mentah berdampak langsung ke postur APBN. Setiap perubahan asumsi harga minyak memengaruhi target penerimaan negara dari sektor migas.

Harga minyak yang lebih rendah memang meringankan beban subsidi energi. Namun di sisi lain, penerimaan negara dari royalti dan bagi hasil migas ikut tertekan.

Pelaku pasar energi akan mencermati apakah pelemahan ini berlanjut atau hanya koreksi sementara. Level USD 94,83 menjadi titik support terdekat yang perlu dijaga.

Jika harga bertahan di bawah USD 95, tekanan jual berpotensi berlanjut ke sesi berikutnya. Sebaliknya, rebound di atas USD 98 akan membuka ruang pemulihan menuju level psikologis USD 100.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua