Xaviera Global Synergy Perluas Jaringan Bank Sampah Nasional
- Jumat, 19 Desember 2025
JAKARTA - PT Xaviera Global Synergy, melalui unit usaha Cyber Waste, menegaskan komitmennya dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dengan memperluas jaringan bank sampah di berbagai daerah di Indonesia.
Upaya ini tidak hanya menekankan pada pengelolaan sampah dari sumbernya, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat, menjadikan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi dan sosial.
Perusahaan sosial yang digerakkan oleh Wilda Yanti ini menekankan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan lingkungan sekaligus membuka peluang kewirausahaan sosial bagi masyarakat setempat.
Baca JugaPengembangan SPKLU Dorong PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Kaltara
Strategi yang diterapkan PT Xaviera Global Synergy mengintegrasikan teknologi, edukasi, dan kemitraan dengan pelaku usaha mikro untuk menciptakan dampak sosial yang nyata.
Pengakuan internasional atas inovasi ini datang melalui APEC BEST Award 2025 kategori Special Prize yang diterima oleh PT Xaviera Global Synergy Cyber Waste.
Penghargaan tersebut diberikan dalam Kongres Internasional ke-10 Proyek Wirausaha Perempuan APEC di Moskow, Rusia, akhir pekan lalu, sebagai apresiasi terhadap perusahaan dan individu yang inovatif dalam pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di kawasan Asia Pasifik.
Strategi Perluasan Jaringan Bank Sampah
Wilda Yanti, pendiri PT Xaviera Global Synergy, menyatakan bahwa pengembangan jaringan bank sampah menjadi salah satu fokus utama perusahaan.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas dedikasi kami membangun model bisnis berkelanjutan yang mampu menjawab persoalan sampah sekaligus menggerakkan kewirausahaan sosial, menciptakan lapangan kerja, produk kreatif, energi terbarukan, serta mendukung ketahanan pangan,” ujar Wilda.
Saat ini, perusahaan memiliki kapasitas pengolahan sampah sekitar 300–350 ton per hari. Jaringan bank sampah yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan living laboratory pengelolaan sampah berbasis masyarakat di berbagai wilayah. Konsep ini memungkinkan masyarakat untuk memahami nilai ekonomi dari sampah, sekaligus terlibat aktif dalam pengelolaannya.
Inovasi dan Teknologi untuk Ekonomi Sirkular
Cyber Waste mengintegrasikan teknologi waste-to-energy dalam pengelolaan sampahnya, sehingga sampah organik dan non-organik dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Inovasi ini mendukung tujuan ekonomi sirkular, di mana setiap bahan yang tadinya dianggap limbah dapat menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain itu, perusahaan membangun kemitraan dengan pelaku usaha mikro untuk mengoptimalkan pemanfaatan sampah sebagai bahan baku produk kreatif, energi terbarukan, dan sumber pangan lokal.
Upaya ini tidak hanya mengurangi tekanan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses ke sumber daya tersebut.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Keberhasilan meraih APEC BEST Award 2025 menambah deretan prestasi internasional yang telah dicapai Wilda Yanti, termasuk AWEN Award 2024. Sebelumnya, ia juga dinobatkan sebagai Woman Entrepreneur of The Year 2018 serta Pengelola Bank Sampah Terbaik Tingkat Nasional pada 2021.
Pengakuan ini menjadi motivasi bagi PT Xaviera Global Synergy untuk terus memperluas dampak sosial dan lingkungan. Melalui model bisnis yang berkelanjutan, perusahaan berusaha menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, sekaligus menggerakkan masyarakat untuk aktif dalam pengelolaan limbah di lingkungannya.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi solusi efektif untuk masalah lingkungan sekaligus peluang ekonomi. Dengan memperluas jaringan bank sampah, PT Xaviera Global Synergy menegaskan posisinya sebagai pionir dalam transformasi sampah menjadi sumber daya bernilai, sekaligus mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang inklusif.
Komitmen Berkelanjutan untuk Masa Depan
Wilda Yanti menekankan bahwa penghargaan internasional bukan sekadar prestasi, tetapi juga dorongan untuk meningkatkan inovasi dan dampak sosial perusahaan. PT Xaviera Global Synergy berkomitmen untuk terus memperluas jaringan bank sampah, mengedukasi masyarakat, dan mengembangkan teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Dengan kapasitas pengolahan sampah yang terus meningkat dan jaringan bank sampah yang semakin luas, perusahaan berupaya menjadikan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Langkah ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Livin Mandiri Dorong Transformasi Digital Transaksi Nasabah Ritel di Era Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
Solusi Finansial Fleksibel Jadi Kunci Dukung Kebutuhan dan Gaya Hidup Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
OJK Perkuat Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Agar Transaksi Lebih Aman
- Rabu, 21 Januari 2026
Harga Emas Antam Terus Naik, Saatnya Pertimbangkan Investasi Emas Sekarang
- Rabu, 21 Januari 2026
Chelsea Bersiap Sambut Vinicius Junior yang Diprediksi Pecahkan Rekor Transfer
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Solusi Finansial Fleksibel Jadi Kunci Dukung Kebutuhan dan Gaya Hidup Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
OJK Perkuat Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Agar Transaksi Lebih Aman
- Rabu, 21 Januari 2026
Harga Emas Antam Terus Naik, Saatnya Pertimbangkan Investasi Emas Sekarang
- Rabu, 21 Januari 2026
Chelsea Bersiap Sambut Vinicius Junior yang Diprediksi Pecahkan Rekor Transfer
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
Peran Baru OJK dalam Perlindungan Konsumen di Sektor Keuangan
- 21 Januari 2026
2.
JMA Syariah Targetkan Kenaikan Pendapatan 20% di 2026
- 21 Januari 2026
3.
Harga Emas Perhiasan Terkini 21 Januari 2026, Naik Pesat
- 21 Januari 2026
4.
Harga Emas Antam Pegadaian 21 Januari 2026 Naik Signifikan
- 21 Januari 2026
5.
MSIG Life Targetkan Pasar Kelas Menengah Atas di 2026
- 21 Januari 2026








