JAKARTA - Jemaah haji Indonesia yang akan melaksanakan ibadah pada tahun 2026 akan mendapatkan alokasi biaya konsumsi yang terperinci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa setiap jemaah akan disediakan makan tiga kali sehari—sarapan, makan siang, dan makan malam. Program ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan kecukupan gizi bagi jemaah yang menjalankan ibadah di tanah suci.
Dalam wawancara yang berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Dahnil menjelaskan rincian biaya konsumsi yang dialokasikan setiap hari.
Baca JugaPrabowo Rencanakan Pembangunan Sepuluh Universitas Baru pada 2028
"Setiap hari, alokasi konsumsi untuk satu jemaah adalah sekitar 36 real, yang setara dengan sekitar Rp 163 ribu. Makan pagi dibandrol dengan harga 10 real (Rp 45 ribu), sementara makan siang dan makan malam masing-masing dihargai 13 real (sekitar Rp 59 ribu)," ujar Dahnil.
Fokus Pada Transparansi dan Kualitas Layanan Haji
Keputusan mengenai alokasi biaya konsumsi ini juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang transparan dan berkualitas kepada jemaah haji Indonesia.
Dalam agenda Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), yang tengah dilaksanakan pada pekan kedua, Dahnil menekankan pentingnya fokus petugas haji pada tugas dan fungsi mereka, terutama dalam hal konsumsi.
"Isu terkait makanan yang tidak layak, tidak sesuai gramasi, atau tidak memenuhi spesifikasi harus menjadi perhatian utama para petugas," tambahnya. Selain masalah konsumsi, petugas juga diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam mengenai akomodasi, hotel, serta layanan lainnya yang akan diberikan kepada jemaah haji.
Yang tak kalah penting, menurut Dahnil, adalah memastikan para petugas bekerja dengan satu komando di tiga lokasi utama pelaksanaan haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Penting bagi petugas untuk memahami peran mereka dalam tim yang solid, mengingat tantangan fisik yang berat selama ibadah," ujarnya.
Peningkatan Sumber Daya Petugas Haji 2026
Selain itu, untuk memastikan kelancaran ibadah haji 2026, pemerintah Arab Saudi telah mengantisipasi suhu ekstrem yang bisa mempengaruhi kenyamanan jemaah. Sejumlah 250.000 petugas dari lebih 40 lembaga akan dikerahkan untuk mendukung kelancaran prosesi haji, memastikan kenyamanan, dan memberikan perlindungan bagi para jemaah.
Ketersediaan layanan yang lengkap juga menjadi salah satu prioritas. PPIH Arab Saudi akan menyediakan berbagai jenis layanan, termasuk akomodasi, transportasi, konsumsi, bimbingan ibadah, serta pelayanan khusus untuk jemaah lansia dan disabilitas. Penanganan krisis dan pertolongan pertama pada jemaah haji (PKP3JH) juga menjadi bagian penting dari persiapan ini.
"Penyelenggara haji juga harus memahami alur pelaksanaan ibadah dari A sampai Z, agar setiap jemaah memahami hak dan kewajibannya. Semua informasi ini terbuka untuk jemaah dan petugas," jelas Dahnil.
Hal ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi, serta memberikan informasi yang jelas bagi seluruh pihak yang terlibat.
Pelatihan Semi-Militer Untuk Kedisiplinan dan Kekompakan
Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah metode pelatihan semi-militer yang diterapkan pada petugas haji. Dahnil menanggapi kebingungan publik terkait metode pelatihan ini. "
Tidak perlu khawatir atau takut dengan pelatihan semi-militer. Yang mereka temui di pelatihan adalah kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kerja tim, bukan kekerasan fisik," jelas Dahnil.
Pelatihan semi-militer ini, menurut Dahnil, lebih mengedepankan aspek fisik, kedisiplinan, kekompakan, serta kapasitas dalam hal perhajian dan bahasa. Dengan pelatihan yang dilakukan secara menyeluruh, para petugas diharapkan dapat bekerja dengan lebih efisien dan solid saat melayani jemaah haji di tanah suci.
"Saya ingin masyarakat memahami bahwa pelatihan ini bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang bagaimana kami membangun semangat kebersamaan dan penguasaan materi terkait perhajian," tambahnya.
Optimisme Pemerintah terhadap Pelaksanaan Haji 2026
Meskipun pelatihan semi-militer dan tantangan besar lainnya dihadapi oleh petugas haji, Dahnil merasa optimis tentang hasil yang akan dicapai. "Saya melihat optimisme yang tinggi. Setelah seminggu menjalani pelatihan, saya yakin petugas PPIH akan sangat membantu dalam pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Dalam hal progres yang paling terlihat, Dahnil menyebutkan tiga elemen utama yang menjadi kunci keberhasilan petugas haji: kedisiplinan, kekompakan, dan kegembiraan. Ketiga hal ini dianggap sangat penting dalam memastikan bahwa petugas dapat menjalankan tugas berat mereka dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.
"Kedisiplinan, kekompakan, dan kegembiraan adalah nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh petugas haji. Tanpa kegembiraan, keikhlasan dalam melayani jemaah haji tidak akan muncul," kata Dahnil.
Optimisme ini menunjukkan bahwa pemerintah dan petugas haji memiliki tekad untuk melayani jemaah dengan sebaik-baiknya, meskipun tantangan fisik dan logistik di lapangan sangat besar. Dengan dukungan yang memadai, diharapkan pelaksanaan haji 2026 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman spiritual yang maksimal bagi seluruh jemaah.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
12 Tempat Makan Malam Terbaik di Purwokerto 2026 yang Wajib Dikunjungi
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
12 Tempat Makan Malam Terbaik di Purwokerto 2026 yang Wajib Dikunjungi
- Rabu, 21 Januari 2026








