Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Optimalkan Efek Beragun Aset untuk Mendukung Program Tiga Juta Rumah
- Kamis, 20 Februari 2025
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah progresif dalam mendukung program pemerintah untuk membangun tiga juta rumah dalam setahun. Salah satu instrumen yang menjadi fokus perhatian OJK adalah Efek Beragun Aset (EBA), yang diharapkan dapat mengoptimalkan likuiditas dalam pelaksanaan program tersebut. Otoritas tersebut, bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, tengah merumuskan langkah strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan instrumen finansial tersebut baik dari sisi penerbit maupun investor.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan pentingnya peran berbagai pihak dalam mendukung efektivitas langkah dan kebijakan strategis yang akan diambil. Menurutnya, kolaborasi yang melibatkan pemerintah, dukungan stimulus dan insentif, serta pelaku industri sangat dibutuhkan dalam pengembangan EBA. “Kebutuhan langkah dan kebijakan strategis ini tentunya akan membutuhkan peran dari berbagai pihak baik pemerintah, dukungan stimulus dan insentif, maupun pelaksanaan dari para pelaku industri,” ujar Inarno.
Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung upaya ini dengan menjalankan asesmen bersama untuk menjaga kelancaran program pemerintah, termasuk di sektor perumahan. Program ini berfokus pada penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dijalankan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, menyatakan bahwa pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan di sektor perumahan, termasuk serangkaian intervensi untuk berbagai lapisan masyarakat. “Sesuai arahan Presiden RI, kita harus benar-benar mendukung program perumahan ini dengan nyata,” tegas Astera.
Lebih lanjut, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menekankan bahwa program tiga juta rumah adalah respons terhadap perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat miskin yang masih belum terdata dan tidak memiliki hunian layak. Keprihatinan ini mendorong pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal layak bagi mereka yang tinggal di permukiman kumuh atau tidak layak huni. “Misinya bukan hanya untuk membangun rumah, tetapi memberantas kemiskinan,” jelas Fahri. Menurut Fahri, Indonesia kini memasuki tahun ke-100 kemerdekaannya, namun masih banyak rumah yang tidak memiliki fasilitas dasar seperti mandi, cuci, dan kakus (MCK), memaksa warga untuk buang air di sungai.
Upaya kolaboratif yang akan dilakukan oleh OJK, Kemenkeu, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman merupakan langkah penting untuk mewujudkan target ambisius ini. Dalam pelaksanaannya, Efek Beragun Aset dianggap sebagai salah satu instrumen yang paling efektif dan efisien untuk memperkuat pembiayaan sektor perumahan. EBA memungkinkan aliran dana yang lebih lancar dan fleksibel melalui sekuritisasi aset keuangan, yang pada gilirannya akan meningkatkan likuiditas dan memungkinkan pengentasan backlog perumahan.
Berbagai pihak mengakui bahwa target pembangunan tiga juta rumah dalam kurun waktu setahun sebagai sebuah tantangan besar, baik dari sisi penganggaran maupun pelaksanaannya di lapangan. Namun, pemerintah meyakini bahwa dengan dukungan regulasi dan pemanfaatan instrumen finansial seperti EBA, program ini dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, pemerintah juga berharap agar program ini dapat berkontribusi dalam penurunan angka kemiskinan secara signifikan dengan memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh tempat tinggal layak dan terjangkau.
Semua langkah yang diambil ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial ekonomi, terutama yang menyangkut perumahan layak bagi masyarakat bawah. OJK bersama instansi terkait berharap dapat menciptakan dampak yang sustainable bagi kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan Efek Beragun Aset. Keterlibatan aktif dari pelaku industri keuangan dalam mengakselerasi program besar ini diharapkan tidak hanya mendukung pencapaian ekonomi tetapi juga menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat di tanah air.
Dengan langkah strategis yang dipersiapkan secara menyeluruh oleh OJK beserta kementerian terkait, program perumahan ini diharapkan dapat terlaksana dengan efisien dan efektif, menjawab kebutuhan mendesak akan tempat tinggal layak sekaligus berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.
Yoga
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Livin Mandiri Dorong Transformasi Digital Transaksi Nasabah Ritel di Era Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
Solusi Finansial Fleksibel Jadi Kunci Dukung Kebutuhan dan Gaya Hidup Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
OJK Perkuat Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Agar Transaksi Lebih Aman
- Rabu, 21 Januari 2026
Harga Emas Antam Terus Naik, Saatnya Pertimbangkan Investasi Emas Sekarang
- Rabu, 21 Januari 2026
Chelsea Bersiap Sambut Vinicius Junior yang Diprediksi Pecahkan Rekor Transfer
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Solusi Finansial Fleksibel Jadi Kunci Dukung Kebutuhan dan Gaya Hidup Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
OJK Perkuat Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Agar Transaksi Lebih Aman
- Rabu, 21 Januari 2026
Harga Emas Antam Terus Naik, Saatnya Pertimbangkan Investasi Emas Sekarang
- Rabu, 21 Januari 2026
Chelsea Bersiap Sambut Vinicius Junior yang Diprediksi Pecahkan Rekor Transfer
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
Peran Baru OJK dalam Perlindungan Konsumen di Sektor Keuangan
- 21 Januari 2026
2.
JMA Syariah Targetkan Kenaikan Pendapatan 20% di 2026
- 21 Januari 2026
3.
Harga Emas Perhiasan Terkini 21 Januari 2026, Naik Pesat
- 21 Januari 2026
4.
Harga Emas Antam Pegadaian 21 Januari 2026 Naik Signifikan
- 21 Januari 2026
5.
MSIG Life Targetkan Pasar Kelas Menengah Atas di 2026
- 21 Januari 2026








