Jakarta - Ferrofluida semakin menarik perhatian sebagai salah satu material fungsional yang inovatif dalam teknologi modern. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Elektronika telah mengembangkan ferrofluida guna memajukan sistem pemanen energi electromagnetic vibration energy harvester (EVEH). Peneliti Ahli Utama BRIN, Novrita Idayanti, membeberkan bagaimana ferrofluida memberikan solusi bagi perangkat IoT dan sensor nirkabel yang memerlukan sumber energi mandiri, Jumat, 28 Februari 2025.
“Penggunaan ferrofluida pada EVEH menawarkan solusi efisien dalam mengubah energi getaran rendah menjadi energi listrik. Ini secara khusus bermanfaat untuk perangkat IoT dan sensor nirkabel yang membutuhkan sumber daya mandiri,” kata Novrita dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 28 Februari 2025.
Penelitian yang dimulai sejak 2021 ini juga mengikutsertakan ITB dan menggandeng PT Kereta Api Indonesia untuk uji coba perangkat EVEH. Penerapan di stasiun kereta api sangat potensial mengingat getaran dari pergerakan kereta bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi. Sistem ini memungkinkan pemasangan di sepanjang rel, peron, atau area lain yang mengalami getaran signifikan.
Dalam penjelasannya, Novrita menyatakan bahwa ferrofluida memiliki keunikan sebagai material yang terbuat dari partikel magnet berukuran nanopartikel di bawah 10 nanometer. Ketika tidak ada medan magnet, ferrofluida bersifat layaknya cairan biasa. Namun, kehadiran medan magnet mengubahnya seolah menjadi benda padat karena partikel-partikel magnetik termagnetisasi dan membentuk struktur di dalam fluida. "Ketika medan magnet dilepas, partikel-partikel tersebut kembali bersifat seperti cairan," tambah Novrita.
Penelitian mengenai ferrofluida ini memiliki sejarah panjang, dengan NASA pertama kali mengembangkannya pada tahun 1960-an untuk mendukung operasi mesin di luar angkasa. Inovasi tersebut telah membuka berbagai aplikasi, mulai dari sensor hingga sistem peredam panas (heat transfer) dan pemanen energi seperti EVEH.
Menurut Novrita, pemahaman mendalam mengenai sifat nanopartikel ferrofluida, khususnya yang berbasis Fe3O4, menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja dan efisiensi perangkat pemanen energi. “Ferrofluida berfungsi sebagai penstabil gerak magnet induksi dan membantu mengurangi gesekan magnet, yang penting dalam pengembangan sistem pemanen energi,” tegasnya.
Lebih lanjut, pengembangan sintesis ferrofluida memanfaatkan berbagai metode seperti co-precipitation, hydrothermal, dan thermal decomposition, yang bertujuan untuk menghasilkan partikel oksida besi (Fe3O4) yang terdispersi dalam cairan berbasis air, minyak, ataupun kerosene. “Partikel oksida besi dilapisi dengan surfaktan untuk mencegah saling menempel, memungkinkan dispersinya dalam medium cair,” jelas Novrita.
Novrita berharap bahwa kelak hasil penelitian ini dapat diaplikasikan secara luas di masyarakat dan industri, memberikan kontribusi signifikan bagi sistem pemanen energi. “Saya berharap penelitian ini berdampak positif dan bisa diterapkan oleh masyarakat dan industri,” ujarnya optimis.
Dalam konteks global, penelitian dan pengembangan ferrofluida di Indonesia oleh BRIN menggarisbawahi peran aktif negara dalam kontribusi teknologi ramah lingkungan dengan memfokuskan pada solusi energi terbarukan. Kesuksesan uji coba dan implementasi sistem EVEH di berbagai sektor dapat mendorong efisiensi energi dan mendukung upaya pengurangan jejak karbon.
Dengan potensi pemanfaatan yang luas dan implikasi teknologi yang mendalam, inovasi ini tidak hanya menarik bagi para peneliti, tetapi juga membuka peluang baru bagi aplikasi industri yang lebih berkelanjutan. Ferrofluida, sebagai material masa depan, menjanjikan berbagai solusi yang dapat diadaptasi untuk kebutuhan energi yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
Tri Kismayanti
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Livin Mandiri Dorong Transformasi Digital Transaksi Nasabah Ritel di Era Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
Solusi Finansial Fleksibel Jadi Kunci Dukung Kebutuhan dan Gaya Hidup Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
OJK Perkuat Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Agar Transaksi Lebih Aman
- Rabu, 21 Januari 2026
Harga Emas Antam Terus Naik, Saatnya Pertimbangkan Investasi Emas Sekarang
- Rabu, 21 Januari 2026
Chelsea Bersiap Sambut Vinicius Junior yang Diprediksi Pecahkan Rekor Transfer
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Solusi Finansial Fleksibel Jadi Kunci Dukung Kebutuhan dan Gaya Hidup Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
OJK Perkuat Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Agar Transaksi Lebih Aman
- Rabu, 21 Januari 2026
Harga Emas Antam Terus Naik, Saatnya Pertimbangkan Investasi Emas Sekarang
- Rabu, 21 Januari 2026
Chelsea Bersiap Sambut Vinicius Junior yang Diprediksi Pecahkan Rekor Transfer
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
Peran Baru OJK dalam Perlindungan Konsumen di Sektor Keuangan
- 21 Januari 2026
2.
JMA Syariah Targetkan Kenaikan Pendapatan 20% di 2026
- 21 Januari 2026
3.
Harga Emas Perhiasan Terkini 21 Januari 2026, Naik Pesat
- 21 Januari 2026
4.
Harga Emas Antam Pegadaian 21 Januari 2026 Naik Signifikan
- 21 Januari 2026
5.
MSIG Life Targetkan Pasar Kelas Menengah Atas di 2026
- 21 Januari 2026








