Presiden Prabowo Tegaskan Optimalisasi Pengelolaan Minerba Untuk Negara

Presiden Prabowo Tegaskan Optimalisasi Pengelolaan Minerba Untuk Negara
Kamis, 29 Januari 2026 | 15:03:55 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA), khususnya sektor mineral dan batu bara (minerba), agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat. Dalam rapat terbatas bersama menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu malam, Presiden meminta pengelolaan SDA harus seimbang antara kepentingan negara, keberlanjutan dunia usaha, dan kesejahteraan rakyat.

Fokus pada Pendapatan Negara dan Kepentingan Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, Presiden meminta agar pengelolaan SDA nasional diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara secara optimal.

"Bagaimana kita bisa memediasi agar pengelolaan sumber daya alam itu betul-betul berorientasinya pada penghasilan negara yang lebih baik, tapi juga harus bijak dengan pengusaha, kira-kira begitu," ungkap Bahlil.

Arahan ini menekankan bahwa pengelolaan mineral dan batu bara bukan semata untuk kepentingan ekonomi jangka pendek atau keuntungan pihak tertentu, tetapi harus memberikan kontribusi nyata bagi keuangan negara dan kesejahteraan rakyat.

Keseimbangan Dunia Usaha dan Keberlanjutan

Presiden juga menekankan agar kebijakan pengelolaan SDA tetap mempertimbangkan keberlanjutan dunia usaha. Artinya, pemerintah harus mampu menciptakan aturan yang adil bagi pengusaha sekaligus memastikan pendapatan negara meningkat.

Bahlil menambahkan bahwa arahan ini menuntut Kementerian ESDM untuk merumuskan formulasi kebijakan yang tepat demi kepentingan nasional yang lebih besar. “Kita harus menyeimbangkan antara kepentingan negara dan kepentingan dunia usaha agar pengelolaan SDA tetap produktif,” katanya.

Langkah ini sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa pengelolaan SDA harus sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Minerba sebagai Sumber Kemakmuran Rakyat

Menurut Bahlil, Presiden menekankan pentingnya mengelola SDA bukan hanya untuk pendapatan negara, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat. “Karena orientasi pengelolaan negara Pasal 33 Undang-Undang Dasar '45 itu kan semuanya dikelola dengan baik untuk bagaimana menyejahterakan rakyat kita. Kita kan butuh pendapatan negara yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Pendekatan ini menegaskan bahwa sektor minerba harus dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk ekspor dan pendapatan fiskal, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja, mendukung pembangunan daerah, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Kajian dan Formulasi Kebijakan Lanjutan

Pemerintah saat ini terus melakukan kajian dan pembahasan lanjutan terkait pengelolaan SDA. Tujuannya untuk memastikan kebijakan yang diambil dapat berjalan seimbang antara kepentingan negara, keberlanjutan dunia usaha, dan kesejahteraan rakyat.

Bahlil menambahkan bahwa evaluasi kebijakan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola izin pertambangan, regulasi perpajakan, hingga mekanisme distribusi hasil pertambangan yang adil. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan pengelolaan SDA yang transparan, akuntabel, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah Strategis ke Depan

Arahan Presiden Prabowo menjadi sinyal kuat bagi kementerian terkait, khususnya ESDM, untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk investor, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, pengelolaan minerba dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Pendekatan yang diusung Presiden juga membuka peluang bagi transformasi sektor minerba menjadi lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Selain itu, kebijakan ini diyakini dapat meningkatkan daya saing industri pertambangan Indonesia di kancah global, sekaligus menegaskan prinsip pengelolaan SDA untuk kepentingan rakyat sesuai amanat konstitusi.

Reporter: Gemilang Ramadhan