Breaking

Pasar Saham Asia Menguat, Nikkei Jepang Terbang 2,18 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 03 Juni 2026
Pasar Saham Asia Menguat, Nikkei Jepang Terbang 2,18 Persen
Ilustrasi pejalan kaki mengamati pergerakan saham di Tokyo Stock Exchange (Foto: NET)

JAKARTA – Mayoritas pasar ekuitas di kawasan Asia terpantau melaju di zona hijau pada putaran perdagangan Rabu (3/6/2026), dipicu oleh antusiasme investor yang melonjak tinggi terhadap sektor kecerdasan buatan.

Indeks Nikkei 225 tercatat melonjak sebesar 1.478,20 poin atau 2,18% ke posisi 68.177,44, sementara Hang Seng justru mengalami koreksi 85,31 poin atau 0,33% ke level 25.953,01. Di waktu yang sama, indeks Taiex berhasil menguat 708,56 poin atau 1,61% menuju 46.292,31.

Selanjutnya, ASX 200 terangkat 22,43 poin atau 0,26% ke level 8.746,80, Straits Times menguat 37,35 poin atau 0,75% ke posisi 5.135,71, dan FTSE Malaysia bertambah 4,88 poin atau 0,29% menuju level 1.687,95.

Aktivitas perdagangan di area Jepang dan Australia memperlihatkan tren pertumbuhan, sedangkan bursa saham di Korea Selatan sedang tutup karena memperingati hari libur nasional. Di sisi lain, indeks MSCI Asia Pasifik mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,2%.

Gelombang aksi beli yang dilakukan investor terhadap saham-saham yang terafiliasi dengan AS telah mendorong pasar ekuitas global menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, di tengah ekspektasi hadirnya kesepakatan guna meredakan tensi konflik.

"Sektor teknologi terus mendominasi pasar," kata pakar strategi Louis Navellier sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Trennya tetap positif, dengan katalis keuntungan materiil lebh lanjut dimungkinkan dengan resolusi Iran," tambah Navellier sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di tempat lain, harga komoditas minyak bumi terpantau bergerak naik setelah beredarnya laporan terkait serangan rudal, yang mana militer AS mengklaim berhasil meredam perlawanan musuh. 

Merespons upaya serangan dari Iran di wilayah Timur Tengah pada 2 Juni, Komando Pusat AS meluncurkan tembakan rudal balistik beserta pesawat tanpa awak (drone), serta melakukan serangan defensif di Pulau Qeshm.

Fokus para pelaku pasar di regional Asia saat ini juga sedang mengarah pada pergerakan nilai tukar mata uang yen. Kondisi ini dipicu oleh sikap investor yang tengah menunggu penyampaian pidato dari Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, guna mencermati sinyal arah kebijakan suku bunga ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua