Breaking

Pemegang Lima Persen Plus Baru Hadir di SUPA, NEST, dan POLL

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 03 Juni 2026
Pemegang Lima Persen Plus Baru Hadir di SUPA, NEST, dan POLL
Gedung PT MNC Asia Holding Tbk (Foto: NET)

JAKARTA – Pergerakan pemegang saham besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diramaikan oleh munculnya sejumlah pemilik baru dengan kepemilikan di atas 5% pada beberapa emiten, sebagaimana dilansir dari berita sumber berdasarkan data transaksi pemegang saham 5% atau lebih yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Selasa (2/6) untuk transaksi tanggal 29 Mei 2026. Sejumlah pemegang saham baru dengan porsi kepemilikan di atas 5% muncul di beberapa emiten, termasuk GXS Bank di SUPA, Citibank N.A di NEST dan POLL, serta Elisa Wenardjo di GPSO.

PT MNC Asia Holding Tbk melakukan reposisi portofolio dengan mengurangi kepemilikan di IATA dan menambah porsi saham di KPIG. Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menambah kepemilikan di SIMP, sementara sejumlah institusi seperti Samuel Sekuritas dan Pan Pacific Investama juga tercatat melakukan akumulasi saham.

Salah satu transaksi yang mencuri perhatian adalah masuknya GXS Bank Pte. Ltd. sebagai pemegang saham signifikan di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Entitas tersebut memborong 2,45 miliar saham sehingga menguasai 7,22% saham perusahaan dari posisi sebelumnya nihil.

Selain itu, Citibank N.A juga muncul sebagai pemegang saham baru di dua emiten sekaligus. Pada PT Esta Multi Usaha Tbk (NEST), Citibank mengakuisisi 206 juta saham sehingga menggenggam 5,01% kepemilikan. Sementara di PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL), Citibank membeli 500 juta saham dan menguasai 6,01% saham perseroan.

Di PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), Elisa Wenardjo tercatat masuk sebagai pemegang saham baru dengan kepemilikan 5,28% setelah mengakumulasi 35,23 juta saham.

Pergerakan menarik lainnya datang dari grup MNC. PT MNC Asia Holding Tbk tercatat melakukan penyesuaian portofolio dengan menjual 38,50 juta saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), sehingga kepemilikannya turun dari 8,93% menjadi 8,81%.

Pada saat yang sama, MNC Asia justru menambah kepemilikan di PT MNC Land Tbk (KPIG) sebanyak 25,04 juta saham. Transaksi tersebut meningkatkan porsi kepemilikannya dari 18,67% menjadi 18,70%.

Di sisi lain, sejumlah investor institusi juga melanjutkan aksi akumulasi. PT Pan Pacific Investama membeli 887,03 juta saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), sehingga kepemilikannya meningkat dari 20,27% menjadi 27,81%.

PT Samuel Sekuritas Indonesia turut menambah posisi di dua emiten. Perusahaan sekuritas itu membeli 71,66 juta saham PT MD Pictures Tbk (FILM) sehingga kepemilikannya naik menjadi 11,25%, serta mengakumulasi 224,41 juta saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) yang meningkatkan porsi kepemilikannya menjadi 19,04%.

Investor individu ternama Lo Kheng Hong juga kembali menambah kepemilikan di PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) sebanyak 1,61 juta saham. Dengan transaksi tersebut, kepemilikannya naik tipis dari 5,13% menjadi 5,14%.

Sementara itu, transaksi penjualan saham juga tercatat pada sejumlah emiten. PT Pandawa Putra Investama melepas 83,50 juta saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), PT Karya Nusa Perdana menjual 117,80 juta saham PT Maxi Kreasi Indonesia Tbk (MAXI), dan PT Asuransi Jiwa Starinvestama mengurangi kepemilikan di PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menjadi 5,93%.

Aksi jual juga dilakukan Sujito Ngatiman di PT Dewata Freightinternational Tbk (DEWI), yang menurunkan kepemilikannya dari 7,76% menjadi 7,00%, serta CGS International Sekuritas Indonesia yang memangkas kepemilikan di PT Hillcon Tbk (HILL) menjadi 16,42%.

Data tersebut menunjukkan aktivitas perpindahan kepemilikan saham skala besar masih berlangsung aktif di pasar, dengan kemunculan sejumlah pemegang saham baru yang berpotensi menjadi perhatian investor dalam mencermati perubahan struktur kepemilikan emiten-emiten terkait.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua