Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Lampaui Target Tahunan

Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Lampaui Target Tahunan
Jumat, 30 Januari 2026 | 10:41:24 WIB

JAKARTA - Realisasi investasi Provinsi Banten sepanjang 2025 mencatat capaian menggembirakan. Di tengah upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat daya saing kawasan, lonjakan investasi pada penghujung tahun justru menjadi penentu utama keberhasilan target tahunan. Hasilnya, total investasi yang masuk ke Banten selama 2025 mencapai Rp130,2 triliun atau 108,95 persen dari target.

Kinerja positif ini tak hanya tercermin dalam angka tahunan, tetapi juga pada capaian Triwulan IV dan Semester II yang mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pun menilai momentum tersebut harus dijaga, karena investasi bukan sekadar soal nilai modal yang masuk, melainkan juga berdampak pada lapangan kerja, kesejahteraan, hingga percepatan pembangunan daerah.

Capaian itu dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Rilis Realisasi Investasi Triwulan IV dan Semester II Periode Januari–Desember 2025 yang berlangsung di Rahaya Resort Banten, Jalan Raya Leuwidamar, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (27/1/2026).

Lonjakan Triwulan IV Jadi Kunci Kenaikan Semester II

Pemprov Banten menegaskan bahwa lonjakan investasi pada Triwulan IV 2025 menjadi pengungkit utama yang mendorong capaian Semester II dan realisasi investasi sepanjang tahun. Pola ini menunjukkan bahwa akselerasi investasi pada akhir tahun mampu mengangkat performa kumulatif, sekaligus menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan bahwa realisasi investasi 2025 memperlihatkan peningkatan yang signifikan, terutama pada paruh kedua tahun.

Pernyataan itu mempertegas bahwa Banten bukan hanya memenuhi target, namun juga melampauinya. Menurut Pemprov, hal tersebut patut dijadikan pijakan untuk menjaga konsistensi iklim investasi pada tahun berikutnya.

Wagub Minta Iklim Investasi Dijaga, Jangan Ada Gangguan

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga menyoroti pentingnya menjaga suasana investasi tetap kondusif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan rasa aman bagi investor, sebab gangguan terhadap aktivitas investasi akan berdampak buruk bagi pembangunan daerah.

Ia menekankan bahwa iklim investasi bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak memunculkan hambatan yang bisa mengurangi minat investor masuk ke Banten.

Dimyati juga menegaskan bahwa kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota memiliki kepentingan yang sama dalam menarik investasi.

Pesan ini sekaligus menandai bahwa penguatan investasi harus dilakukan secara sinergis lintas wilayah, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Komitmen Pemprov: Investasi Harus Ramah Lingkungan dan Berpihak ke Warga

Di luar aspek pertumbuhan ekonomi, Pemprov Banten juga menegaskan bahwa investasi yang masuk harus selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Dimyati menyampaikan komitmen Pemprov dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan manfaat investasi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu hal yang ditekankan adalah program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), agar aktivitas investasi tidak hanya menguntungkan dunia usaha, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Menurut Dimyati, investasi memiliki peran strategis karena mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.

Dengan kata lain, investasi diposisikan sebagai instrumen penting untuk mendorong pemerataan ekonomi sekaligus menekan angka pengangguran.

Rincian Triwulan IV: Rp38,6 Triliun, 31.185 Proyek, Serap 58.733 Tenaga Kerja

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti memaparkan bahwa realisasi investasi pada Triwulan IV 2025 mencapai Rp38,6 triliun. Ia menyebut angka tersebut tumbuh signifikan dan menjadi faktor pendorong utama capaian Semester II.

Virgojanti merinci komposisi investasi Triwulan IV yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp19,30 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp19,28 triliun. Selain nilai investasi, aktivitas tersebut juga tercermin dari jumlah proyek dan tenaga kerja yang terserap.

Total pada Triwulan IV tercatat 31.185 proyek dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 58.733 orang. Angka ini memperlihatkan bahwa investasi bukan hanya bertambah dari sisi nilai, namun juga mendorong dampak sosial-ekonomi secara nyata.

Total Investasi 2025 Rp130,2 Triliun, Hilirisasi Makin Dominan

Secara kumulatif sepanjang 2025, total realisasi investasi di Banten mencapai Rp130,2 triliun. Virgojanti menyebut komposisi PMDN mencapai Rp73,20 triliun, sedangkan PMA sebesar Rp56,96 triliun.

Ia menambahkan, sektor industri kimia dan farmasi masih menjadi penyumbang terbesar investasi baik pada Triwulan IV maupun secara tahunan. Di samping itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri juga menunjukkan performa solid.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon masih menjadi episentrum investasi.

Virgojanti juga menyoroti tren penguatan investasi berbasis hilirisasi yang semakin menonjol pada akhir 2025. Nilai investasi hilirisasi pada Triwulan IV mencapai Rp17,5 triliun atau 45,33 persen dari total investasi triwulan tersebut. Sedangkan secara tahunan, hilirisasi menyumbang Rp41,3 triliun atau 31,72 persen dari total investasi 2025.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan arah kebijakan investasi Banten yang semakin fokus pada peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja.

Reporter: Gemilang Ramadhan