Dokter Anak Bantu Balita Kejang di Pesawat Citilink, Aksinya Viral

Dokter Anak Bantu Balita Kejang di Pesawat Citilink, Aksinya Viral
Senin, 02 Februari 2026 | 09:53:15 WIB

JAKARTA - Aksi sigap seorang dokter spesialis anak yang kebetulan menjadi penumpang pesawat Citilink mendadak ramai diperbincangkan. Kejadian tersebut terjadi ketika sebuah penerbangan Citilink QG 990 rute Jakarta–Bengkulu mengalami situasi darurat: seorang balita berusia 22 bulan dilaporkan mengalami kejang saat proses boarding masih berlangsung. Berkat pertolongan cepat dokter tersebut yang bekerja sama dengan kru kabin, kondisi balita akhirnya kembali stabil dan penerbangan dapat dilanjutkan.

Peristiwa yang kemudian viral ini menjadi pengingat bahwa kondisi darurat kesehatan bisa terjadi kapan saja, termasuk ketika penumpang masih berada di dalam pesawat yang belum lepas landas. Citilink pun membenarkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan serta prosedur penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian di lapangan.

Insiden Balita Kejang Terjadi Saat Boarding, Pesawat Masih di Darat

Seorang balita berusia 22 bulan mengalami kejang dalam penerbangan pesawat Citilink QG 990 rute Jakarta-Bengkulu. Bayi tersebut selamat setelah ditolong oleh seorang dokter spesialis anak yang juga penumpang pesawat tersebut.

Keterangan resmi ini menegaskan bahwa kejadian terjadi sebelum pesawat benar-benar terbang, tepatnya ketika penumpang masih masuk dan menempati kursi masing-masing. Situasi ini tentu menimbulkan kepanikan, terutama bagi orang tua balita, namun penanganan cepat menjadi faktor penentu.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada 4 Mei 2025. Meski kejadian sudah berlangsung beberapa waktu lalu, aksi pertolongan dokter dalam penerbangan itu kembali mencuat dan menjadi viral.

Dokter Spesialis Anak dan Kru Kabin Bergerak Cepat Beri Pertolongan

Dalam kondisi darurat, pertolongan pertama menjadi hal yang sangat krusial. Pada kejadian ini, seorang dokter spesialis anak yang berada dalam penerbangan langsung ikut membantu. Ia tidak bekerja sendiri, melainkan berkoordinasi bersama kru pesawat untuk memastikan tindakan darurat berjalan sesuai kebutuhan.

Peristiwa itu terjadi pada 4 Mei 2025. Dokter spesialis anak bersama-sama dengan kru pesawat memberikan pertolongan kepada balita tersebut.

Kolaborasi ini menjadi poin penting, karena dalam situasi darurat di pesawat, kru kabin memiliki prosedur keselamatan yang harus dijalankan, sementara dokter memiliki kompetensi medis untuk memastikan tindakan yang diberikan tepat.

Aksi sigap tersebutlah yang kemudian banyak mendapat apresiasi warganet. Banyak pihak menilai keberadaan dokter dalam momen genting itu menjadi faktor penyelamat, terutama karena kejang pada anak bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius bila terlambat ditangani.

Kondisi Balita Kembali Stabil, Penerbangan Dilanjutkan

Setelah dilakukan penanganan, kondisi balita berangsur membaik hingga dinyatakan stabil. Dengan kondisi yang sudah terkendali, penerbangan akhirnya bisa kembali berjalan sesuai rute yang direncanakan.

Setelah diberi pertolongan, kondisi balita itu pun kembali stabil. Perjalanan pesawat kembali dilanjutkan pada pukul 10.45 dan mendarat pada pukul 11.50 waktu setempat.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keputusan untuk melanjutkan penerbangan bukan semata-mata keputusan maskapai, tetapi juga mempertimbangkan penilaian medis dari dokter yang menangani serta persetujuan dari orang tua balita.

Dalam kondisi seperti ini, keputusan melanjutkan atau tidak melanjutkan penerbangan biasanya mempertimbangkan faktor keselamatan. Ketika kondisi penumpang sudah stabil dan dinilai aman, penerbangan bisa kembali dilakukan.

Citilink Tegaskan Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas Utama

Menanggapi kejadian tersebut, Citilink menegaskan komitmennya dalam memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap diutamakan. Maskapai menyebut seluruh dokumen perjalanan penumpang telah sesuai prosedur dan langkah-langkah penanganan dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan.

Lebih lanjut, Citilink memastikan seluruh dokumen perjalanan penumpang sudah sesuai dengan prosedur dan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihaknya berkomitmen untuk patuh terhadap seluruh aturan penerbangan untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi mengganggu keselamatan.

Penegasan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik, terutama karena insiden kesehatan di pesawat dapat menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan maskapai menghadapi situasi darurat. Dengan adanya dokter yang membantu dan kru yang sigap, insiden tersebut dapat tertangani tanpa mengganggu keselamatan penerbangan secara keseluruhan.

Reporter: Gemilang Ramadhan