JAKARTA - Para pemodal mancanegara terpantau melakukan aksi beli bersih pada sejumlah saham unggulan di tengah koreksi yang melanda pasar modal domestik saat ini.
Aksi ambil alih saham-saham tersebut dilakukan secara bertahap oleh investor luar negeri ketika harga aset sedang mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Kondisi pasar yang memerah justru dimanfaatkan oleh para pelaku pasar global untuk mengakumulasi portofolio mereka pada sektor-sektor yang dinilai masih sangat prospektif.
Beberapa emiten dengan kapitalisasi pasar besar menjadi target utama pengumpulan saham oleh pihak asing guna memperkuat posisi investasi jangka panjang mereka.
Strategi Akumulasi Saham di Tengah Tekanan Pasar
Data perdagangan menunjukkan bahwa aliran modal masuk tetap terjadi meskipun indeks secara keseluruhan sedang berada dalam zona negatif pada penutupan sesi terakhir.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional masih sangat terjaga di tengah fluktuasi pasar modal global yang cukup dinamis.
Investor asing cenderung memilih saham yang memiliki kinerja keuangan yang solid serta prospek pertumbuhan dividen yang menarik bagi para pemegang saham nantinya.
Langkah ini juga sering dianggap sebagai sinyal positif bagi investor lokal untuk tetap tenang dalam menghadapi dinamika pergerakan harga saham di bursa.
Daftar Emiten Pilihan Pemodal Luar Negeri
Sepuluh emiten tercatat menjadi incaran utama dengan nilai transaksi beli bersih yang cukup besar dibandingkan dengan saham-saham lainnya yang ada di pasar.
Sektor perbankan dan infrastruktur digital masih mendominasi daftar saham yang paling banyak diborong oleh pihak asing selama periode koreksi indeks berlangsung baru-baru ini.
Pemanfaatan momentum harga murah menjadi strategi umum bagi manajer investasi luar negeri untuk memaksimalkan potensi keuntungan saat pasar kembali mengalami pemulihan di masa depan.
Setiap saham yang masuk dalam daftar serok ini memiliki karakteristik likuiditas yang tinggi sehingga sangat memudahkan bagi para investor besar untuk masuk.
Analisis Pergerakan Modal Global di Bursa
Meskipun IHSG sedang tertekan, masuknya aliran dana asing memberikan sentimen penyeimbang yang mencegah penurunan indeks agar tidak jatuh lebih dalam ke level bawah.
Analis pasar modal melihat bahwa rotasi sektor sedang terjadi di mana modal berpindah dari saham konsumsi menuju saham yang lebih tahan terhadap inflasi.
Kekuatan daya beli asing ini juga mencerminkan bahwa valuasi saham di Indonesia dianggap masih cukup kompetitif dibandingkan dengan bursa saham di negara berkembang lainnya.
Proses akumulasi yang dilakukan secara diam-diam ini biasanya bertujuan untuk menghindari lonjakan harga yang terlalu tajam saat pembelian besar sedang dilakukan oleh korporasi.
Dampak Pelemahan Indeks Terhadap Keputusan Investasi
Sentimen global terkait kebijakan suku bunga memang memberikan pengaruh pada pasar, namun daya tarik emiten dalam negeri tetap menjadi magnet bagi modal internasional.
Para ahli menyarankan agar investor ritel dapat mengikuti jejak pemodal besar dalam melihat peluang pada saham-saham yang sedang berada dalam posisi akumulasi asing.
Kepatuhan emiten terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik juga menjadi pertimbangan penting bagi pihak asing sebelum mereka memutuskan untuk menanamkan modalnya di sana.
Pasar diharapkan akan segera mencapai titik keseimbangan baru setelah aksi jual teknis berakhir dan didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang dilaporkan tetap menguat.
Proyeksi Pasar Modal Menjelang Akhir Bulan
Hingga Jumat 20 Februari 2026 pergerakan arus modal masuk terus dipantau secara ketat untuk melihat konsistensi minat beli dari para manajer investasi global tersebut.
Stabilitas nilai tukar mata uang juga berperan besar dalam menjaga minat investor asing untuk tetap bertahan dan melakukan ekspansi portofolio di pasar saham Indonesia.
Jika aksi beli bersih ini terus berlanjut, maka potensi pembalikan arah indeks menuju zona hijau pada pekan depan menjadi sangat terbuka lebar bagi pasar.
Keberanian investor asing melakukan akumulasi saat kondisi pasar merah menunjukkan pandangan optimis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan akan terus melaju dengan sangat positif.