Supra Boga Bidik Pendapatan Naik 16,3 Persen di Tahun 2026

ILUSTRASI, Market RANC (Sumber Gambar : ajaib.co.id/)
Kamis, 04 Juni 2026 | 10:26:13 WIB

JAKARTA – PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp84,47 miliar pada 2026. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk ongkos ekspansi perseroan demi membidik target pertumbuhan pendapatan dan memperkecil rugi yang dicatat perusahaan tahun lalu.

Direktur PT Supra Boga Lestari Tbk., Handy Purnama menjelaskan bahwa belanja modal perseroan tahun ini akan digunakan untuk membuka toko baru, renovasi toko dan peremajaan equipment. 

Capex ini dibiayai dengan dana internal dan pembiayaan perbankan. Tahun ini, RANC menargetkan membuka dua toko baru.

"Memasuki tahun 2026, perseroan melangkah dengan optimisme yang terukur. Strategi bisnis perseroan akan difokuskan pada penguatan kualitas layanan, ketersediaan produk, dan pengalaman berbelanja pelanggan didukung program pemaksaan dan promosi yang efektif," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber dalam public expose di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Dari kinerja keuangan, RANC menargetkan pertumbuhan pendapatan bersih 16,30% year on year (YoY) menjadi Rp3,39 triliun, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bersih dari toko eksisting, 2 toko baru yang akan dibangun di 2026, serta dari sinergi pemasaran dengan Blibli Group.

Sementara di sisi bottom line, RANC menargetkan tahun ini dapat menekan kerugiannya di level Rp19,97 miliar, atau membaik 64,84% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan selama periode 2024. 

Perseroan berupaya menekan angka kerugian tersebut dengan cara menutup toko-toko yang under performance yang memberikan kontribusi negatif. Selain itu, manajemen melakukan strategi implementasi operational excellence untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Selanjutnya, RANC juga akan melakukan optimalisasi gerai-gerai supermarket unggulan untuk menutupi kerugian dari gerai lainnya. Dengan pendekatan tersebut, RANC berharap rugi komperhensif pada 2025 sebesar Rp56,77 miliar dapat tekanan menjadi rugi Rp19,97 miliar pada 2026 ini.

Mengacu laporan keuangan 2025, RANC membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih sebesar Rp53,08 miliar, berbalik dari laba bersih Rp27,38 miliar pada 2024.

Tahun lalu, tantangan terbesar RANC adalah efisiensi bisnis mereka. Pasalnya, perseroan sebenarnya sukses membukukan kenaikan pendapatan neto dari Rp2,87 triliun menjadi Rp2,91 triliun. Selain itu, laba kotor perusahaan juga tumbuh dari Rp706,02 pileg menjadi Rp724,39 miliar.

Handy mengatakan bahwa RANC terus berupaya melakukan efisiensi operasional secara berkelanjutan di seluruh jaringan toko. 

Dalam jangka menengah, perseroan menargetkan perbaikan kinerja secara bertahap menuju profitabilitas, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan kelestarian lingkungan.

"Setiap langkah pengembangan, termasuk peluang ekspansi geran ini, akan diambil secara selektif dan penuh kehati-hatian," pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan