Harum Energy Anggarkan Capex US$310 Juta untuk Bisnis Nikel pada 2026

ILUSTRASI, Tambang HRUM (Sumber Gambar : snips.stockbit.com)
Kamis, 04 Juni 2026 | 10:26:13 WIB

JAKARTA – PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$310 juta pada 2026. Mayoritas anggaran tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis nikel perseroan.

Head of Investor Relations Harum Energy Regina Korompis menjelaskan sekitar US$302 juta dari total capex HRUM tahun ini akan dialokasikan untuk pengembangan proyek pada unit usaha nikel yang telah berjalan. Sementara itu, sisa anggaran digunakan untuk pemeliharaan unit usaha batu bara. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Rencana belanja modal untuk tahun 2026 sebesar US$310 juta, sekitar US$302 juta akan digunakan untuk pengembangan proyek dalam unit usaha nikel yang sudah ada,” tutur Regina, Rabu (3/6/2026).

Sementara itu, hingga 31 Maret 2026, emiten afiliasi Kiki Barki ini telah merealisasikan capex sebesar US$139 juta. 

Dari jumlah tersebut, sekitar US$137 juta digunakan untuk pengembangan unit usaha nikel, sedangkan sisanya digunakan untuk operasional pertambangan, logistik, dan kebutuhan lainnya.

Perseroan menjelaskan sebagian besar realisasi belanja modal tersebut merupakan kelanjutan dari rencana capex tahun 2025.

Adapun berdasarkan rincian alokasi belanja modal, porsi terbesar capex HRUM ditempatkan pada aset tetap dalam penyelesaian dengan kontribusi mencapai 56% dari total anggaran.

Selain itu, sekitar 31% digunakan untuk alat berat, 7% untuk bangunan dan prasarana, 5% untuk properti pertambangan, serta 1% untuk aset tetap lainnya. 

Manajemen juga menyampaikan realisasi belanja modal dapat berubah bergantung pada kondisi pasar, ketersediaan pendanaan, hingga perubahan jadwal proyek. Selain itu, angka tersebut belum memasukkan potensi proyek maupun investasi baru perseroan.

Di sisi lain, tahun ini HRUM menargetkan produksi batu bara pada kisaran 2 hingga 3 juta ton. 

Adapun menurut Direktur Utama Harum Energy, Ray Antonio Gunara, target produksi ini berkurang dibandingkan tahun 2025 sebesar 5 juta ton, imbas dari penurunan RKAB. 

Sementara itu, target produksi bijih nikel HRUM tahun ini mencapai kisaran 8 juta hingga 10 juta wet metric ton.

Reporter: Gemilang Ramadhan