Siasat KAEF Tekan Dampak Pelemahan Rupiah dan Konflik Geopolitik

ILUSTRASI, KAEF (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 04 Juni 2026 | 10:44:50 WIB

JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) telah merancang serangkaian strategi di kala nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Langkah ini diambil demi menyokong capaian target bisnis pada tahun 2026. Perlu dipahami bahwa Kimia Farma termasuk lini bisnis yang terimbas oleh depresiasi rupiah, lantaran pemenuhan bahan baku utama mereka masih bergantung pada aktivitas impor.

Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam memaparkan, sepanjang periode kuartal I-2026, KAEF telah berhasil mencatatkan laba kembali setelah pada tahun sebelumnya sempat mendapati kerugian. 

Kendati demikian, Djagad memperkirakan bahwa situasi pada kuartal II-2026 hingga kuartal IV-2026 berpeluang mengalami hambatan. Salah satu elemen pemicu gangguan itu adalah konflik geopolitik yang hingga kini belum juga mereda.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Sebenarnya kami masih menargetkan merah (rugi) di tahun ini, secara budget kami. Tapi kami berusaha semaksimal mungkin, sekuat tenaga bahwa kami bisa tetap mempertahankan jadi biru (untung), artinya tidak ada kerugian," ujar Djagad, Rabu (3/6/2026).

Djagad menambahkan, secara realistis pergolakan yang terjadi di Timur Tengah memberi imbas yang besar terhadap produk-produk petrokimia beserta produk turunannya. Kondisi tersebut juga memicu kenaikan pada pos biaya logistik pengangkutan.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAEF Willy Meridian mengungkapkan, situasi pelemahan rupiah terhadap dolar saat ini mengakibatkan lonjakan biaya pada harga bahan baku produk-produk Kimia Farma. 

Oleh sebab itu, KAEF dituntut menetapkan beberapa tindakan konkret guna mereduksi harga produk. Langkah yang ditempuh salah satunya ialah memperkuat lini komersial perusahaan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami juga buat efisiensi, kemudian bisnis proses. Bisnis proses itu mungkin nanti dari sisi manufacturing juga bisnis prosesnya juga kami buat lebih, lebih efisien juga gitu," kata Willy.

Reporter: Gemilang Ramadhan