Bank BSN dan SMF Jalin Kerja Sama Program Sekuritisasi Aset Rumah

ILUSTRASI, bank bsn (Sumber Gambar : linkedin.com)
Kamis, 04 Juni 2026 | 10:44:50 WIB

JAKARTA – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menjalin kolaborasi kembali bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) terkait program sekuritisasi aset pembiayaan perumahan. Sekuritisasi sendiri merupakan sebuah proses penerbitan instrumen keuangan dengan cara menyatukan atau mengaitkan beberapa aset keuangan ke dalam kelompok tertentu.

Kemitraan antara Bank BSN dan SMF tersebut diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (3/6/2026). 

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor menerangkan bahwa kolaborasi ini menjadi capaian krusial bagi banknya sebagai langkah inovasi pendanaan jangka panjang.

Alex juga menambahkan bahwa sektor perumahan memegang andil krusial dalam memacu pertumbuhan ekonomi domestik. Oleh sebab itu, BSN memperkokoh aspek pendanaannya lewat sekuritisasi aset melalui kemitraan dengan SMF.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Sinergi ini akan memperkuat kapasitas pembiayaan perumahan berbasis syariah Bank BSN," tulis Alex dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).

Alex memaparkan bahwa kolaborasi antara Bank BSN dengan SMF sebetulnya sudah terjalin di masa lalu, tepatnya ketika BSN masih berjalan dengan nama BTN Syariah. 

Di samping penjajakan sekuritisasi, Alex menjelaskan Bank BSN dan SMF pun berkolaborasi lewat skema pembiayaan mudharabah muqayyad (MMA), kerja sama Tripartit bersama Tapera, hingga kerja sama Bipartit.

Sementara itu, untuk kemitraan pembiayaan perumahan MMQ menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Sampai dengan Mei 2026, akumulasi realisasi pembiayaan sudah menyentuh angka Rp 6,26 triliun atau setara dengan 29.402 unit hunian.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menyokong pembiayaan perumahan BSN secara total. Salah satu langkah konkritnya yakni lewat kolaborasi dalam penjajakan sekuritisasi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami melihat ada potensi jangka panjang yang sangat baik pada aset BSN dan kami berharap transaksi sekuritisasi ini mulai terwujud tahun ini," ucap Ananta dalam keterangan yang sama.

Ananta memiliki harapan agar kolaborasi sekuritisasi ini mampu memicu pertumbuhan struktur pasar modal di Indonesia. Ia menilai, peluncuran instrumen baru tersebut dapat mendongkrak kredibilitas pasar modal dalam negeri di mata para investor.

Reporter: Gemilang Ramadhan