IHSG Rawan Koreksi Hari Ini, Analis Rekomendasikan JSMR

Ilustrasi IHSG merah membara (Foto: NET)
Kamis, 04 Juni 2026 | 12:32:21 WIB

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko kembali mengalami penurunan pada sesi perdagangan Kamis (4/6/2026). Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran rentang resistance 6.000, pivot 5.900, serta support 5.800. Di tengah kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas menyebutkan adanya kesempatan meraih keuntungan pada lima saham pilihan, di mana salah satunya adalah JSMR.

Pihak Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah signifikan ke posisi 5.941,07 (4,11%). Penurunan laju IHSG ini dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang berlanjut sebesar 0,71% hingga menyentuh Rp 17.966 per dolar. 

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah kembali menimbulkan kekhawatiran terkait potensi lonjakan inflasi. Kondisi tersebut memperbesar peluang bagi Bank Indonesia untuk menaikkan kembali BI Rate pada tahun ini, terlebih jika mata uang rupiah terus tertekan.

“Secara teknikal, jika IHSG hari ini ditutup di bawah level 5.900, maka berpotensi akan menguji level support berikutnya di 5.750-5.840,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (4/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, lembaga pemeringkat Moody's telah menetapkan peringkat untuk PT Danantara Investment Management (DIM) pada level Baa2 dengan outlook atau prospek negatif. 

Penilaian ini setara dengan peringkat utang yang dimiliki Pemerintah Indonesia saat ini, yang memperlihatkan adanya hubungan kredit yang sangat kuat antara DIM dengan pihak pemerintah.

DIM dinilai memiliki keterikatan yang mendalam dengan Pemerintah Indonesia, sehingga memiliki peluang besar untuk mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Kendati demikian, Moody's memberikan catatan mengenai adanya risiko penurunan peringkat di masa mendatang jika profil kredit Indonesia atau elemen-elemen terkait mengalami pemburukan.

Sementara itu, S&P Global Ratings memberikan peringkat kredit jangka panjang di level BBB dan peringkat jangka pendek pada posisi A-2 untuk DIM dengan prospek yang stabil. Adapun Fitch Ratings menyematkan peringkat BBB untuk program Global MTN sekaligus obligasi perdana milik DIM. 

Ketiga penilaian dari lembaga pemeringkat internasional ini sama-sama menggarisbawahi kuatnya hubungan kerja sama antara DIM dan pihak pemerintah.

Berdasarkan penjelasan dari Phintraco Sekuritas, beberapa importir dari negara China dilaporkan mulai menangguhkan pembelian komoditas batu bara asal Indonesia. 

Langkah penundaan ini diambil usai Pemerintah Indonesia merilis kebijakan terkait sentralisasi aktivitas ekspor komoditas, termasuk batu bara, yang kini diintegrasikan melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa faktor utama yang memicu keraguan para importir tersebut adalah belum adanya kejelasan terkait skema kontrak, penetapan harga, hingga tata cara perdagangan di dalam sistem terpusat yang baru diterapkan tersebut.

“Hal ini menjadi katalis negatif terhadap saham terkait sampai muncul kejelasan dari sistem baru tersebut dan jika dampaknya tidak berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kinerja emiten,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada akhir analisisnya, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi mengenai adanya potensi keuntungan yang dapat dicermati pada lima saham emiten, yaitu JSMR, MSIN, ACES, PSAB, dan MAPA.

Reporter: Gemilang Ramadhan