Morgan Stanley Koleksi Saham AMRT Senilai Rp206 Miliar

Ilustrasi Alfamart (Foto: NET)
Kamis, 04 Juni 2026 | 12:32:21 WIB

JAKARTA – Harga saham emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) terpantau masih berada dalam posisi tertekan hingga memasuki awal Juni 2026. Di tengah koreksi harga kumulatif yang merosot sampai 31 persen sejak awal tahun, institusi perbankan investasi terkemuka asal Amerika Serikat, Morgan Stanley and Co International Plc, malah memanfaatkan momen ini untuk memborong saham pengelola jaringan gerai Alfamart tersebut.

Pada sesi perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, harga saham AMRT ditutup melemah di level Rp 1.350, mengalami penurunan sebesar 2,17 persen atau menyusut 30 poin secara harian. Jika dihitung sejak awal tahun 2026, nilai saham AMRT tersebut tercatat sudah anjlok hingga 31,99 persen atau setara 635 poin.

Di saat pergerakan harga sedang melemah, investor asing berskala besar ini mengeksekusi aksi beli terhadap jutaan lembar saham AMRT. 

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada Rabu (3/6/2026), Morgan Stanley memborong sebanyak 179.137.756 lembar saham AMRT dengan tingkat harga pelaksanaan Rp1.151 per saham.

Melalui patokan harga tersebut, total nilai transaksi dari aksi pembelian ini diperkirakan menyentuh angka sekitar Rp206 miliar. Langkah korporasi ini sendiri telah direalisasikan pada Jumat (29/5/2026). 

Kendati demikian, pada hari yang sama, Morgan Stanley juga melepas kembali sebanyak 1.293.000 lembar saham AMRT di tingkat harga Rp1.346 per saham, dengan estimasi nilai transaksi penjualan mencapai Rp1,74 miliar.

Pihak manajemen AMRT mengonfirmasi bahwa tujuan dari aktivitas pembelian serta penjualan saham tersebut ditujukan untuk keperluan investasi, dengan status kepemilikan saham secara langsung. 

Pascatransaksi tersebut, volume kepemilikan saham AMRT oleh Morgan Stanley mengalami kenaikan menjadi 3.827.302.196 lembar saham dari posisi sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.649.457.440 lembar saham.

Penambahan porsi kepemilikan ini memberikan sinyal bahwa Morgan Stanley tetap melihat adanya prospek jangka panjang yang positif bagi AMRT sebagai salah satu pemimpin pasar di sektor ritel modern tanah air lewat jaringan Alfamart.

Dilihat dari indikator fundamentalnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk terbukti sukses membukukan pertumbuhan performa keuangan sepanjang kuartal I-2026. 

Berdasarkan publikasi laporan keuangan korporasi, nilai penjualan bersih AMRT mampu menembus Rp35,24 triliun dalam kurun waktu tiga bulan pertama di tahun 2026.

Pencapaian ini tercatat tumbuh sebesar 7,53 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka Rp32,77 triliun. 

Kenaikan pada pos penjualan ini secara langsung ikut mengerek perolehan laba bersih perusahaan. Pada kuartal I-2026, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sukses menyentuh Rp1,07 triliun.

Perolehan laba bersih tersebut melonjak sekitar 10,29 persen secara tahunan dibandingkan capaian pada periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp975,11 miIiar. 

Tren kinerja yang tetap tumbuh positif di tengah bayang-bayang tekanan terhadap tingkat konsumsi masyarakat menjadi salah satu poin krusial yang terus dicermati oleh para investor dalam mengukur prospek pergerakan saham AMRT hingga akhir tahun 2026.

Reporter: Gemilang Ramadhan