Indeks Bisnis-27 Turun 0,50 Persen, Saham BBRI dan PTBA Tetap Melaju

Ilustrasi Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham BBRI hingga PTBA Terbaru Masih Banyak Dicari 2026
Kamis, 04 Juni 2026 | 12:32:21 WIB

JAKARTA - Indeks Bisnis-27 mengawali sesi transaksi pada Rabu pagi, 3 Juni 2026, dengan kecenderungan yang kurang memuaskan lantaran terkoreksi ke zona merah. Kendati indeks mengalami penurunan, sejumlah saham blue chip terpantau tetap memperlihatkan performa yang positif dan berupaya menahan laju pelemahan pasar.

Mengacu pada data teranyar yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang digarap atas kerja sama dengan Harian Bisnis Indonesia ini melemah sebesar 0,50 persen. Penyusutan nilai tersebut menempatkan indeks pada level 425,48 sewaktu bel pembukaan sesi perdagangan hari ini berbunyi.

Situasi pasar pada menit-menit awal memperlihatkan porsi terbesar dari konstituen indeks tengah berada di bawah tekanan aksi jual yang cukup masif. Dari total 27 emiten yang terdaftar dalam keanggotaan indeks ini, hanya ada 4 saham yang sanggup mencatatkan penguatan, sedangkan 19 saham lainnya bergerak turun dan 4 saham sisanya stagnan.

Daftar Saham yang Berhasil Menguat

Sektor pertambangan serta perbankan menjadi motor penggerak utama bagi deretan saham yang masih sanggup bertahan di zona hijau pada pagi ini. Saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) menduduki posisi puncak penguatan lewat kenaikan sebesar 1,09 persen menuju level harga Rp2.790 per lembar saham.

Performa positif ini turut diikuti oleh saham emiten ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang nilainya terangkat 0,67 persen menuju Rp1.495. Dua raksasa perbankan pelat merah, yakni BBRI dan BMRI, tidak ketinggalan menyumbang stimulus energi bagi indeks di fase awal perdagangan.

Rincian performa saham yang mencatatkan kenaikan harga pada pembukaan perdagangan:

PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA): Naik 1,09% ke posisi Rp2.790.

PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI): Naik 0,67% ke posisi Rp1.495.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Naik 0,33% ke posisi Rp3.050.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): Naik 0,24% ke posisi Rp1.4180.

Apresiasi harga pada keempat saham tersebut menjadi sedikit penyejuk di tengah dominasi warna merah yang mengepung papan perdagangan indeks Bisnis-27. Para pelaku pasar tampaknya masih melihat celah keuntungan pada emiten komoditas serta perbankan berkapitalisasi besar di tengah fluktuasi pasar.

Emiten yang Mengalami Tekanan Jual

Pada kutub yang berbeda, tekanan yang lumayan berat dirasakan oleh emiten-emiten dari sektor agribisnis dan konsumsi pada menit awal sesi perdagangan ini. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) tercatat sebagai saham dengan koreksi terdalam setelah melemah sebesar 4,43 persen menuju level Rp3.880.

Saham ritel lainnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), ikut terpangkas 2,90 persen dan mendarat di angka Rp1.340. Selain itu, saham di sektor peternakan unggas serta perkebunan kelapa sawit seperti JPFA dan TAPG tidak luput dari aksi lepas saham oleh investor pagi ini.

Berikut adalah daftar beberapa emiten yang mengalami koreksi harga cukup tajam:

Kode Saham: CPIN -> Nama Emiten: Charoen Pokphand Indonesia -> Persentase Penurunan: -4,43% -> Harga Terakhir: Rp3.880

Kode Saham: AMRT -> Nama Emiten: Sumber Alfaria Trijaya -> Persentase Penurunan: -2,90% -> Harga Terakhir: Rp1.340

Kode Saham: JPFA -> Nama Emiten: Japfa Comfeed Indonesia -> Persentase Penurunan: -1,67% -> Harga Terakhir: Rp2.350

Kode Saham: TAPG -> Nama Emiten: Triputra Agro Persada -> Persentase Penurunan: -1,62% -> Harga Terakhir: Rp1.515

Kode Saham: AKRA -> Nama Emiten: AKR Corporindo -> Persentase Penurunan: -1,56% -> Harga Terakhir: Rp1.260

Kode Saham: INCO -> Nama Emiten: Vale Indonesia -> Persentase Penurunan: -1,48% -> Harga Terakhir: Rp4.660

Kode Saham: TLKM -> Nama Emiten: Telkom Indonesia -> Persentase Penurunan: -1,36% -> Harga Terakhir: Rp2.910

Kode Saham: KLBF -> Nama Emiten: Kalbe Farma -> Persentase Penurunan: -1,34% -> Harga Terakhir: Rp735

Rincian data di atas mengindikasikan bahwa sektor kesehatan dan infrastruktur telekomunikasi ikut mengalami perlambatan dalam pergerakan harganya. Sementara itu, beberapa emiten seperti BBNI, BUMI, dan INKP terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami fluktuasi nilai jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan