Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp114 per Saham, Ini Jadwalnya
JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) bersiap mengucurkan dividen final untuk tahun buku 2025 dengan nilai Rp114 per saham. Keputusan pembagian dividen ini telah mengantongi persetujuan dari para pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 4 Juni 2026.
Alokasi dividen final sebesar Rp114 per saham ini setara dengan jumlah keseluruhan berkisar Rp4,33 triliun. Bila ditarik ke belakang, perusahaan berkode saham UNVR ini sebelumnya telah menggelontorkan dividen interim senilai Rp87 per saham atau berkisar Rp3,3 triliun pada Desember 2025.
Melalui akumulasi tersebut, total dividen tahun buku 2025 yang diserahkan kepada pemegang saham menyentuh angka Rp201 per saham atau berkisar Rp7,63 triliun.
Langkah ini sekaligus merepresentasikan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) penuh sebesar 100% dari total laba bersih yang dikantongi perseroan sepanjang tahun 2025.
Merujuk pada jadwal resmi yang dirilis oleh perseroan, masa cum dividen untuk pasar reguler serta pasar negosiasi jatuh pada 12 Juni 2026.
Tahapan berikutnya, yaitu ex dividen di pasar reguler dan negosiasi, bakal berlangsung pada 15 Juni 2026.
Sementara itu, batas waktu pendataan pemegang saham (recording date) yang berhak atas kucuran dividen ini ditetapkan pada 16 Juni 2026, dan proses pencairan dana dividen dijadwalkan terlaksana pada 2 Juli 2026.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, memaparkan bahwa ketetapan rasio pembayaran dividen hingga 100% ini menjadi bukti nyata komitmen perseroan dalam menyajikan imbal hasil optimal bagi pemegang saham, yang berjalan beriringan dengan langkah menjaga ketahanan bisnis untuk jangka panjang.
“Rasio pembayaran dividen sebesar 100% menegaskan komitmen kami untuk terus memberikan nilai bagi para pemegang saham. Hal ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal, serta keyakinan terhadap kekuatan dan ketahanan operasional Perseroan,” ujar Benjie dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut pandangannya, titik keseimbangan antara realisasi pembayaran dividen yang maksimal dan capaian kinerja jangka panjang merupakan fundamen utama dalam mewujudkan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.
“Kami percaya bahwa keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan kinerja jangka panjang merupakan fondasi penting dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, dan kompetitif,” katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kebijakan pembagian dividen total ini terealisasi menyusul lonjakan signifikan pada laba bersih UNVR sepanjang tahun buku 2025.
Perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi ini sukses membukukan keuntungan bersih sebesar Rp7,64 triliun, atau meroket sebesar 126,83% secara tahunan (year-on-year/yoy) jika disandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang berada di angka Rp3,36 triliun.
Bila membedah laporan keuangan perusahaan, angka penjualan bersih Unilever Indonesia terdokumentasi mencapai Rp31,94 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 4,31% yoy dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp30,62 triliun.
Pasokan pendapatan terbesar masih didominasi oleh sektor kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh dengan kontribusi senilai Rp23,35 triliun, atau meningkat 4,16% yoy.
Di sisi lain, sektor makanan dan minuman menorehkan angka penjualan sebesar Rp8,58 triliun, yang berarti tumbuh sebesar 4,74% yoy. Ditinjau dari cakupan geografisnya, angka penjualan di pasar domestik naik sebesar 3,98% yoy menjadi Rp31 triliun.
Sementara itu, performa penjualan untuk pasar ekspor melonjak tajam hingga 16,48% yoy dengan nilai mencapai Rp942,13 miar.