JAKARTA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) memaparkan laporan terkait pemanfaatan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang sebagian besarnya masih tersimpan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (5/6/2026).
Sampai dengan 5 Juni 2026, pihak manajemen WBSA tercatat baru merealisasikan dana sejumlah Rp20,59 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya penawaran umum perdana saham sebesar Rp9,72 miliar serta keperluan modal kerja senilai Rp10,870 miliar.
Oleh karena itu, perusahaan masih memegang sisa dana IPO berkisar Rp281 miliar yang belum terpakai dan bakal dikucurkan secara bertahap demi memenuhi target rencana pengembangan usaha.
Direktur Utama WBSA Edwin Wibowo menjelaskan bahwa dana dari hasil IPO tersebut menjadi salah satu fondasi utama dalam menyokong strategi ekspansi jangka panjang perusahaan, terutama di tengah meningkatnya permintaan terhadap layanan logistik yang terintegrasi di tanah air.
"Pada 2026, perseroan tetap optimistis terhadap prospek industri logistik yang didorong pertumbuhan kebutuhan layanan multimoda dan logistik terintegrasi," ujarnya dalam keterangan hasil RUPST, Jumat (5/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Berbekal sokongan dana IPO yang porsi terbesarnya masih tersedia, WBSA kini mempunyai amunisi kuat untuk meneruskan langkah ekspansi sekaligus memperluas skala bisnis operasinya.
Di samping memberikan persetujuan terhadap laporan tahunan serta alokasi laba bersih untuk tahun buku 2025, para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) juga memberikan persetujuan atas perubahan status hukum perusahaan yang semula berbentuk Penanaman Modal Asing (PMA) kini resmi menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Manajemen meyakini keputusan strategis ini akan membuka peluang kerja sama domestik yang jauh lebih luas sekaligus memperkokoh posisi WBSA di dalam ekosistem logistik nasional.
Komisaris Utama WBSA Andree menuturkan bahwa dukungan dari para pemodal sejak dimulainya proses IPO merupakan modal yang sangat krusial bagi perusahaan dalam merealisasikan agenda pertumbuhan jangka panjangnya.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan dan partisipasi publik yang luar biasa, mulai dari proses IPO hingga suksesnya penyelenggaraan RUPS hari ini. Dukungan ini menjadi energi bagi kami untuk terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh stakeholders," paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sepanjang tahun buku 2025, WBSA sukses mencatatkan perolehan pendapatan mencapai Rp2,1 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 20,51% secara tahunan (year on year). Di sisi lain, laba bersih perusahaan juga terpantau melonjak signifikan hingga 342,99% menjadi sebesar Rp45,3 miiliar.
Sepanjang tahun kemarin, WBSA juga telah meresmikan kantor cabang baru yang berlokasi di Makassar guna memperdalam penetrasi pasar di kawasan Indonesia Timur.
Tidak hanya itu, perusahaan pun telah merampungkan proyek pembangunan gudang baru dengan luas 5.000 meter persegi di daerah Cakung, Jakarta, demi mengatrol kapasitas daya tampung penyimpanan sekaligus menunjang layanan logistik end to end.
WBSA sendiri telah secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 April 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, perusahaan melepas total 1,8 miliar lembar saham baru atau setara dengan 20,75% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Ketika memasuki masa bookbuilding pada tanggal 25–27 Maret 2026, WBSA menawarkan harga sahamnya pada rentang Rp150-Rp170 per lembar saham.
Perusahaan selanjutnya menetapkan harga penawaran final di angka Rp168 per lembar saham. Berdasarkan nominal harga tersebut, WBSA sukses mengumpulkan dana segar sekitar Rp302,4 miliar dari pasar modal.
Sesuai rencana awal, bagian terbesar dari dana IPO ini dipersiapkan untuk menopang ekspansi bisnis.
Dana sebesar Rp215 miliar disiapkan khusus untuk mengakuisisi kepemilikan 99,99% saham di PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), sementara sisa dana lainnya akan difungsikan sebagai tambahan modal kerja untuk meningkatkan operasional beserta kualitas layanan logistik multimoda.