Wall Street Turun ke Level Terendah Setahun Dipicu Penjualan Saham Chip

ILUSTRASI, chip atau semikonduktor (Sumber Gambar : Net)
Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:10:26 WIB

JAKARTA – Pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, jatuh sangat dalam pada Jumat (5/6/2026). Sektor semikonduktor yang dihantam gelombang aksi jual masif menjadi penyebab utama terpuruknya bursa saham tersebut. Indeks teknologi Nasdaq Composite menukik sebesar 4 persen, yang menjadi penurunan harian paling buruk sejak awal tahun 2025 atau dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir.

Faktor utama yang mengawali aksi lepas saham chip ini sejatinya belum diketahui secara pasti. Walakin, sentimen negatif pada sektor ini mulai tampak sejak Kamis setelah pelaku pasar merasa kecewa karena Broadcom tidak berhasil menaikkan proyeksi bisnis chip AI mereka. 

Tekanan jual kian tidak terbendung pada Jumat, yang ikut dipicu oleh melesatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah rilis data ketenagakerjaan bulan Mei melampaui prediksi pasar.

Indeks Nasdaq menyudahi perdagangan dengan penurunan 4,18 persen ke posisi 25.709,43. Di waktu yang sama, S&P 500 melemah 2,64 persen menjadi 7.383,74, serta Dow Jones Industrial Average terpangkas 1,35 persen atau berkurang 695,15 poin ke level 50.866,78. 

Dalam akumulasi mingguan, S&P 500 membukukan penyusutan di atas 2 persen, sekaligus menjadi pekan negatif pertama setelah bertahan positif selama 10 minggu berturut-turut.

Saham di sektor komponen chip menjadi instrumen yang paling menderita. iShares Semiconductor ETF jatuh hingga 10 persen, mencetak rekor kemerosotan harian paling parah sejak Maret 2020. 

Nilai saham Broadcom terpangkas hampir 8 persen, Marvell Technology jatuh melampaui 16 persen, sementara Intel dan AMD masing-masing terpeleset sekitar 11 persen. Tidak ketinggalan, Micron Technology juga ambles sebanyak 13 persen.

"Investor sebenarnya sudah lama menahan jari mereka di tombol jual," ujar Kepala Strategi Pasar Nationwide, Mark Hackett, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dia menerangkan bahwa situasi profit taking tengah dilakukan oleh banyak investor yang sebelumnya sudah mengantongi keuntungan besar dari saham semikonduktor dalam kurun waktu dua bulan belakangan.

Selain pasar saham, nilai Bitcoin ikut terseret hingga berada di bawah US$60.000 untuk pertama kalinya sejak akhir tahun 2024. Sejumlah analis memperkirakan bahwa aksi jual ini sengaja dilakukan demi mengumpulkan likuiditas tunai guna berpartisipasi dalam IPO SpaceX pada pekan depan, yang nilainya ditaksir menyentuh valuasi US$1,77 triliun.

"Orang yang ingin membeli IPO SpaceX pekan depan kemungkinan besar tidak akan menjual saham Procter & Gamble. Mereka akan melepas saham AI, semikonduktor, saham momentum, atau teknologi secara umum," jelas Hackett, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada sisi yang lain, data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS memperlihatkan adanya penyerapan sebanyak 172.000 lapangan kerja nonpertanian sepanjang bulan Mei, angka yang berada jauh di atas prediksi para ekonom sebesar 80.000. 

Laporan yang kuat ini memicu peningkatan imbal hasil obligasi AS sekaligus mempertebal keyakinan pelaku pasar bahwa The Fed bakal mempertahankan tingkat suku bunga tinggi dalam periode yang lebih panjang.

Kondisi ini juga dikaitkan oleh para ekonom dengan momentum pergelaran Piala Dunia 2026. "Pasar tenaga kerja saat ini lebih kuat dibandingkan tahun lalu dan terlihat sangat solid, meskipun harga energi tinggi dan inflasi masih meningkat. Tidak ada indikasi bahwa pasar tenaga kerja membutuhkan dukungan tambahan," kata Kepala Ekonom PNC, Gus Faucher, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Adapun sektor perhotelan dan rekreasi menjadi bidang yang paling banyak menyerap tenaga kerja dengan kontribusi sebanyak 70.000 posisi baru, yang diperkirakan kuat sebagai langkah persiapan penyediaan infrastruktur untuk menyambut turnamen sepak bola akbar tersebut.

Reporter: Gemilang Ramadhan