Sentimen Global Tekan IHSG ke Posisi Terendah, Cek Rekomendasi Saham Ini
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah tajam sebesar 4,52% ke posisi 5.342 pada perdagangan Senin (8/6/2026). Penurunan tersebut diiringi dengan aksi jual bersih investor asing senilai Rp 588 miliar di pasar reguler, yang membawa indeks ke titik terendah sejak November 2020, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Faktor eksternal masih mendominasi tekanan terhadap pasar keuangan. Koreksi tajam pada saham-saham sektor teknologi global turut membebani indeks utama dunia, seperti Nasdaq dan KOSPI, sehingga mendorong para pelaku pasar untuk mengurangi kepemilikan pada aset-aset berisiko.
Dari dalam negeri, sentimen negatif dipicu oleh penurunan cadangan devisa Indonesia yang terus merosot selama lima bulan berturut-turut. Saat ini, posisi cadangan devisa tercatat menyusut ke angka US$ 144,9 miliar.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas nilai tukar rupiah serta potensi berlanjutnya arus modal asing keluar dari pasar domestik.
Mengacu pada Sajian Pagi Menu Trading BRI Danareksa Sekuritas (SAPA MENTARI) untuk Selasa (9/6/2026), IHSG diproyeksikan masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren pelemahan jangka pendek.
Area support indeks diperkirakan berada pada level 5.200, sedangkan posisi resistance berada di level 5.600.
Pergerakan nilai tukar rupiah yang masih tertahan di atas level Rp 18.150 per dolar AS menjadi salah satu risiko krusial bagi pasar saham nasional.
Tekanan diperkirakan bakal semakin kuat jika depresiasi rupiah ini diikuti dengan kelanjutan aksi keluar dana asing. Di samping itu, memanasnya konflik antara Iran dan Israel menambah ketidakpastian global dan berisiko mempertahankan sentimen risk-off di pasar keuangan.
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada sesi perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,16% ke level 50.786,01. Sebaliknya, indeks S&P 500 berhasil menguat 0,30% ke posisi 7.405,73, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,86% ke level 25.929,66.
Berikut rincian teknis beberapa saham pilihan:
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR): Saham ADMR berhasil bertahan dan mengalami pantulan dari area support 1.260–1.340. Selama bergerak di atas area tersebut, ADMR berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance terdekat.
Buy: 1.400–1.450
Target 1: 1.500
Target 2: 1.565
Stop loss: di bawah 1.300
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN): Pergerakan MSIN saat ini berada dalam fase pullback dengan area support di kisaran 490–520. Selama bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju resistance berikutnya masih terbuka.
Buy: 520–580
Target 1: 620
Target 2: 680
Stop loss: di bawah 490
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Saham TLKM membentuk pola pembalikan arah bearish head and shoulders dengan neckline di area 2.800. Investor perlu mewaspadai potensi pelemahan lanjutan menuju area support berikutnya.
Harga terakhir: 2.350
Support berikutnya: 2.300
Target support lanjutan: 2.050
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA): SUPA membentuk pola bearish continuation berupa descending triangle. Setelah menembus area support 810–850, saham ini berpotensi melanjutkan tren penurunan.
Harga terakhir: 600
Support berikutnya: 565
Target support lanjutan: 505