Wall Street Menghijau Berkat Melesatnya Saham Sektor Teknologi

ILUSTRASI, Wall Street (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 19 Juni 2026 | 13:25:15 WIB

JAKARTA – Pasar saham Wall Street ditutup menguat di zona hijau pada aktivitas perdagangan hari Kamis (18/6/2026) akibat terdorong oleh kenaikan tajam saham-saham di sektor teknologi.

Berdasarkan data yang dihimpun, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, bergerak menguat sebesar 72,15 poin, atau setara kurang lebih 0,14 persen, hingga menyentuh posisi 51.564,7, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, indeks S&P 500 melesat hingga 80,48 poin, atau bergeser sekitar 1,08 persen, menuju level 7.500,58. Sejalan dengan itu, indeks komposit Nasdaq melambung tinggi sejauh 496,28 poin, atau berkisar 1,91 persen, ke posisi 26.517,93.

Kenaikan yang signifikan juga dibukukan oleh Indeks Philadelphia SE Semiconductor setelah harga saham Intel melonjak drastis hingga 10,64 persen dan mencetak rekor tertinggi barunya.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Apple telah menyetujui kemitraan dengan Intel dalam merancang sekaligus memproduksi komponen chip di dalam negeri AS, sebagaimana dilansir dari berita sourcing.

Sementara itu, saham SpaceX tergelincir sebesar 3,56 persen, menandai tren pelemahan dalam dua sesi berturut-turut setelah sempat menguat secara signifikan pada debut perdananya di Bursa New York pekan lalu.

Performa positif juga diperlihatkan oleh saham Microsoft dan Apple yang masing-masing membukukan penguatan sebesar 0,13 persen dan 0,7 persen. Sedangkan saham Nvidia serta Amazon masing-masing melesat naik hingga 2,95 persen dan 2,9 persen.

Berdasarkan laporan berkala yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran memperlihatkan penurunan pada pekan lalu karena minimnya angka pemutusan hubungan kerja.

Di pasar komoditas, nilai emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange terpantau bergerak turun akibat efek dari penguatan indeks mata uang dolar AS.

Harga emas untuk kontrak pengapalan Agustus 2026 merosot sebesar 3,1 persen ke angka US$4.245,9 per ons. Pada momen yang sama, indeks dolar AS mengalami apresiasi sebesar 0,72 persen.

Beralih ke Benua Biru, pasar saham kawasan Eropa terpantau bergerak melemah pada hari Kamis. Indeks STOXX 600 Eropa terkoreksi sebesar 0,3 persen, yang dipicu oleh munculnya proyeksi terkait penaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve pada penghujung tahun 2026.

Penurunan juga dialami oleh indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, yang jatuh sebesar 108,91 poin, atau berkisar 1,04 persen, ke posisi level 10.399,7. Sebaliknya, indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, justru bertambah 92,13 poin, atau kurang lebih 0,37 persen, ke posisi 25.026,8.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, mencatatkan penyusutan sebesar 17,8 poin, atau berkisar 0,1 persen, menuju posisi 19.404,1. Sedangkan indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, bergerak menguat sebesar 37,19 poin, atau sekitar 0,44 persen, menuju level 8.467,98.

Terakhir, nilai tukar mata uang poundsterling terpantau melemah sebesar 0,6 persen terhadap dolar AS ke posisi 1,321 dolar AS per pound. Sementara itu, terhadap mata uang euro, nilai tukar poundsterling bergerak stabil pada kisaran rentang 1,1522 euro per pound.

Reporter: Gemilang Ramadhan