IHSG Diprediksi Masih Lemah, Cek Saham Pilihan BREN hingga MBMA
JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih rentan untuk melanjutkan tren pelemahannya demi menguji rentang zona 5.723-5.847. Walau demikian, peluang bagi IHSG untuk kembali merangkak naik menuju kisaran 6.548-6.782 dinilai masih terbuka.
"IHSG masih melanjutkan koreksinya sebesar 3,56 persen ke 5.883 disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah berada di bawah MA20 dan telah mencapai target koreksi yang kami sampaikan," tulis riset MNC Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber, Kamis (25/6/2026).
Untuk titik support berada pada level 5.784 dan 5.594, sedangkan untuk area resistance berada di tingkat 6.286 dan 6.459.
Di bawah ini merupakan daftar saham-saham pilihan dari MNC Sekuritas untuk sesi perdagangan hari ini, Kamis 25 Juni 2026:
BREN - Buy on Weakness
Saham BREN terpantau melemah 1,08 persen ke level Rp3.650 yang diiringi dengan tekanan jual, di mana posisinya sekarang telah berada di bawah MA20. Berdasarkan proyeksi, posisi BREN saat ini diperkirakan sedang berada di bagian dari wave (B) dari wave [A].
Buy on Weakness: Rp2.760-Rp3.380
Target Price: Rp4.100, Rp4.920
Stoploss: di bawah Rp2.640
INCO - Buy on Weakness
Saham INCO mencatatkan penurunan sebesar 7,46 persen ke angka Rp4.590 dan masih didominasi oleh tekanan jual, di mana pergerakan INCO juga menembus ke bawah MA20. Untuk saat ini, posisi INCO diperkirakan sedang berada di bagian dari wave [b] dari wave B.
Buy on Weakness: Rp4.300-Rp4.540
Target Price: Rp5.500, Rp5.925
Stoploss: di bawah Rp4.240
MBMA - Buy on Weakness
Saham MBMA mengalami penurunan 8,04 persen ke posisi Rp492 yang disertai oleh munculnya tekanan jual. Diperkirakan, posisi MBMA sekarang tengah berada di bagian dari wave 2 dari wave (1) dari wave [C].
Buy on Weakness: Rp462-Rp482
Target Price: Rp565, Rp605
Stoploss: di bawah Rp440
BNBR - Sell on Strength
Saham BNBR terkoreksi 8,26 persen menuju level Rp100 bersamaan dengan tekanan jual yang tergolong tinggi, bahkan kemerosotan BNBR ini turut melewati MA20 dan MA200. "Kami memperkirakan, kedudukan BNBR saat ini tengah berada di permulaan wave 5 dari wave (C) dengan begitu BNBR diproyeksikan bakal meneruskan tren penurunannya menuju rentang Rp70-Rp84," tulis riset MNC Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber, Kamis (25/6/2026).
Sell on Strength: Rp103-Rp108