IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Terbatas Pasca Koreksi Tajam Kemarin

Ilustrasi: Analis memproyeksikan level support IHSG di 5.850 dan resistance di 5.930. ((Foto: NET)
Kamis, 25 Juni 2026 | 13:42:10 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal mencatatkan kenaikan yang terbatas pada sesi perdagangan Kamis (25/6/2026). Prospek ini hadir setelah indeks mengalami kejatuhan mendalam hingga 3,56 persen di akhir perdagangan hari Rabu lalu. Analis teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai bahwa terdapat ruang terjadinya technical rebound untuk IHSG, kendati sejauh ini sentimen positif yang mampu menggerakkan laju indeks secara signifikan masih minim.

Para pelaku pasar saat ini tengah mengamati dengan cermat berbagai perkembangan situasi, baik di tingkat global maupun domestik, yang dapat mengarahkan tren pergerakan indeks ke depan. 

Berdasarkan analisis teknikal, Herditya memperkirakan titik batas bawah (support) IHSG akan berada pada kisaran 5.850 dan titik batas atas (resistance) di level 5.930.

“Untuk besok kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 5.850 dan resistansi 5.930, di mana diperkirakan adanya technical rebound meskipun dari sisi sentimen belum terdapat katalis yang bisa mengangkat IHSG lebih jauh,” ujar Herditya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai instrumen saham pilihan yang dapat dipertimbangkan oleh para investor ritel, Herditya memberikan rekomendasi untuk saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan target nilai di kisaran Rp 4.100 - Rp 4.920. Dirinya juga menitikberatkan perhatian pada saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan estimasi target harga Rp 5.500 - Rp 5.925, serta saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) pada koridor harga Rp 565 - Rp 605.

Di samping itu, pihak BRI Danareksa Sekuritas ikut membagikan deretan pilihan saham potensial yang patut dipantau pada aktivitas perdagangan hari Kamis ini. Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) direkomendasikan untuk diambil pada area Rp 925 - Rp 965, dengan mengincar target resistance pada angka Rp 980 dan Rp 1.050, serta menerapkan pembatasan risiko (cut loss) apabila jatuh di bawah Rp 890.

Selanjutnya, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turut disarankan untuk dibeli pada posisi Rp 2.650 - Rp 2.700, dengan proyeksi target menuju Rp 2.850 dan Rp 2.940, serta menempatkan stop loss jika menyentuh di bawah Rp 2.550. Sementara bagi PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), para pemodal diimbau untuk masuk pada rentang Rp 278 - Rp 284 demi mengejar target profit di level Rp 292 sampai Rp 300, dengan titik cut loss di bawah Rp 270.

Sebaliknya, BRI Danareksa Sekuritas memberikan catatan agar para investor tetap berhati-hati terhadap arah pergerakan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Melihat indikator teknikalnya, tren saham PANI dinilai masih berada dalam kondisi melemah (bearish) dan berisiko melanjutkan penurunan ke arah zona support di posisi 5.550.

Reporter: Gemilang Ramadhan