Strategi Indofarma Lepas dari Suspensi Saham Bursa Efek

ILUSTRASI, PT Indofarma tengah merancang strategi untuk mengakhiri suspensi saham di Bursa Efek Indonesia. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 26 Juni 2026 | 11:05:32 WIB

JAKARTA – Perusahaan publik yang merupakan anggota dari holding Biofarma, PT Indofarma Tbk. (INAF) tengah merancang beberapa langkah strategis agar dapat terbebas dari sanksi suspensi saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Perlu diketahui, perdagangan saham Indofarma telah dihentikan sementara (suspensi) oleh BEI sejak tanggal 2 Juli 2024. INAF bahkan menghadapi risiko penghapusan pencatatan saham (delisting) sebab masa suspensi tersebut kini telah berjalan lebih dari 12 bulan.

Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing mengungkapkan bahwa pihak perusahaan sudah melakukan koordinasi intensif dengan regulator guna mengupayakan pembukaan kembali suspensi yang telah berlangsung lama dan mengikat pergerakan saham INAF. 

Ia menegaskan bahwa INAF bersikap terbuka terhadap seluruh pilihan yang dapat diambil demi kelangsungan perusahaan terbuka tersebut ke depannya. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Kami akan berkoordinasi dengan regulator mengenai apa langkah selanjutnya, baru mungkin kami bisa sampaikan apa opsi-opsi yang akan kami tempuh,” ujarnya pada Kamis (25/6/2026).

Melalui surat resmi yang dilayangkan kepada BEI per tanggal 7 Januari 2026, manajemen INAF menjelaskan bahwa program pemulihan kinerja internal perseroan mencakup pengelolaan proses bisnis secara lebih selektif, penataan intensitas produksi serta distribusi, hingga penekanan biaya operasional lewat penyesuaian struktur biaya.

Langkah restrukturisasi performa pada tahun ini akan diteruskan dengan menjalankan penyeimbangan kembali (rebalancing) pada portofolio bisnis perusahaan. 

Hal ini diwujudkan melalui penguatan kontribusi dari lini produk farmasi, penciptaan produk yang memiliki daya saing tinggi, optimalisasi kerja sama strategis, sampai dengan peningkatan volume ekspor. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Selain itu, perseroan menerapkan prinsip lean manufacturing melalui penataan proses produksi dan struktur organisasi, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi biaya pabrikasi, serta pelaksanaan efisiensi operasional secara menyeluruh,” papar manajemen.

Saat ini, Indofarma menaruh harapan yang cukup besar pada sektor pasar luar negeri. Sepanjang tahun kemarin, angka penjualan ekspor Indofarma berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,9% year-on-year (YoY). 

Perkembangan ini memberikan sinyal positif terkait kekuatan daya saing produk lokal di kancah global. Paling baru, langkah ekspansi perluasan jangkauan pasar dilakukan oleh Indofarma dengan menembus pasar Afghanistan.

Sahat Sihombing menguraikan bahwa perseroan berkomitmen untuk terus memperluas area pasar ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan penguatan daya saing industri farmasi dalam negeri di tingkat dunia. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di pasar ekspor, Indofarma akan terus memperluas jangkauan pasar internasional, memperkuat kualitas produk, serta menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan. Kami meyakini bahwa produk farmasi nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dan memperoleh kepercayaan di pasar global,” jelasnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan