RAJA Jadwalkan Dividen dan Aksi Stock Split 1:5 Mulai Juli 2026

ILUSTRASI, PT Rukun Raharja Tbk mengumumkan pembagian dividen final Rp40 per saham untuk tahun buku 2025. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 26 Juni 2026 | 11:05:32 WIB

JAKARTA - PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) telah merilis jadwal pembagian dividen final untuk tahun buku 2025 senilai Rp40 per saham. Di saat yang sama, emiten ini juga akan melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5 yang mulai diperdagangkan secara efektif pada pertengahan Juli 2026.

Sebelumnya, para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (23/6/2026) telah memberikan persetujuan atas pembagian total dividen sebesar Rp65 per saham atau setara dengan Rp274,17 miliar. 

Akumulasi tersebut meliputi dividen interim sebesar Rp25 per saham yang sudah disalurkan pada 29 Januari 2026 dan dividen final sebesar Rp40 per saham.

Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen final RAJA:

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 1 Juli 2026

Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 2 Juli 2026

Cum dividen di pasar tunai: 3 Juli 2026

Ex dividen di pasar tunai: 6 Juli 2026

Pembayaran dividen tunai: 24 Juli 2026

Bukan hanya pembagian dividen, pemegang saham Rukun Raharja pun menyepakati aksi korporasi stock split berasio 1:5, yang memangkas nilai nominal saham dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. 

Lewat langkah ini, volume saham yang beredar bakal melonjak dari kisaran 4,23 miliar saham menjadi 21,14 miliar saham. Perseroan menetapkan tanggal 16 Juli 2026 sebagai waktu efektif dimulainya transaksi saham dengan nilai nominal baru tersebut di pasar reguler dan negosiasi.

Di bawah ini merupakan rangkaian tahapan krusial dalam pelaksanaan stock split RAJA:

2 Juli 2026: Perseroan memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum atas perubahan Anggaran Dasar terkait pemecahan nilai nominal saham.

3 Juli 2026: RAJA mengajukan pencatatan saham tambahan hasil stock split ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

8 Juli 2026: BEI memberikan persetujuan pencatatan saham tambahan hasil stock split.

10 Juli 2026: Perseroan mengumumkan jadwal resmi pelaksanaan stock split kepada publik.

15 Juli 2026: Hari terakhir perdagangan saham RAJA dengan nilai nominal lama Rp25 per saham di pasar reguler dan negosiasi.

16 Juli 2026: Stock split efektif berlaku dan saham RAJA mulai diperdagangkan dengan nilai nominal baru Rp5 per saham di pasar reguler dan negosiasi.

16–17 Juli 2026: Tidak ada perdagangan saham RAJA di pasar tunai (suspensi teknis untuk penyesuaian stock split).

20 Juli 2026: Perdagangan saham RAJA dengan nilai nominal baru dimulai di pasar tunai.

Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi memaparkan bahwa melalui aksi korporasi ini, nilai nominal saham RAJA beralih dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. 

Oleh sebab itu, kuantitas saham yang beredar akan bertambah dari 4,23 miliar saham menjadi 21,14 miliar saham. Pihak manajemen memperkirakan stock split ini bisa mendongkrak likuiditas transaksi saham perseroan sekaligus memperlebar basis investor di pasar modal.

Di samping itu, RUPSLB juga merestui perubahan anggaran dasar perseroan yang meliputi penyelarasan wewenang direksi beserta maksud, tujuan, serta aktivitas usaha yang bersesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

"Kinerja Perseroan yang terus bertumbuh sepanjang 2025 memberikan landasan yang kuat bagi kami untuk membagikan nilai kepada pemegang saham melalui dividen serta meningkatkan likuiditas saham melalui stock split," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurutnya, perseroan pun tetap mengagendakan regenerasi kepemimpinan demi menjaga kelangsungan pertumbuhan dalam jangka panjang. Menghadapi tahun 2026, RAJA memandang prospek industri energi domestik dengan penuh optimisme. 

Berbekal portofolio bisnis yang bervariasi dari ranah hulu, midstream, sampai hilir, serta disokong oleh pengerjaan proyek strategis dan penerapan prinsip ESG, perseroan membidik target untuk meneruskan tren pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Adapun keputusan pembagian dividen ini berjalan beriringan dengan raihan performa keuangan perseroan yang meningkat di sepanjang 2025. RAJA sukses mencatatkan pendapatan senilai US$266,7 juta, atau tumbuh 4,8% bila dikomparasikan dengan tahun sebelumnya. 

Sementara itu, perolehan laba bersih berada di angka US$35 juta, naik sebesar 20,3% secara tahunan (year-on-year). 

Manajemen memaparkan bahwa peningkatan performa ini disokong oleh bertambahnya kontribusi dari bisnis gas, proyek EPC Ubadari, beroperasinya Fasilitas Kompresor Gas Sengkang, serta andil dari Grup Hafar pada sektor offshore EPCI dan shipping.

Reporter: Gemilang Ramadhan