SMDR Terbitkan Sukuk Ijarah 700 Miliar Rupiah Guna Perkuat Operasional

ILUSTRASI, PT Samudera Indonesia terbitkan Sukuk Ijarah senilai Rp700 miliar untuk pengadaan tiga armada kapal baru. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 26 Juni 2026 | 11:05:32 WIB

JAKARTA – PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) tengah bersiap melakukan langkah ekspansi lewat penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III dengan nilai Rp700 miliar.

Direktur Utama SMDR Bani Mulia menjelaskan bahwa perolehan dana dari penerbitan sukuk ini bakal dialokasikan demi pengadaan tiga armada kapal baru, yang terdiri atas dua kapal tanker dengan kapasitas 4.000 deadweight tonnage (DWT) serta satu kapal peti kemas dengan kapasitas 10.100 DWT.

"Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional perseroan sekaligus meningkatkan daya saing di sektor pelayaran dan logistik yang terus berkembang," ujarnya dalam paparan publik, Rabu (24/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penambahan jumlah armada ini pun menjadi bagian dari strategi jangka panjang korporasi demi menangkap peluang pertumbuhan di bidang perdagangan serta distribusi barang, baik untuk pasar domestik maupun mancanegara.

Rencana aksi korporasi ini sendiri merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I yang telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 25 Juli 2023 yang lalu.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, SMDR sebelumnya sudah merealisasikan penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 dengan nilai Rp550 miliar dan Tahap II Tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp500 miliar.

Lewat adanya tambahan penerbitan tahap III ini, manajemen Perseroan memaparkan bahwa SMDR memperlihatkan konsistensinya dalam menggunakan instrumen pasar modal syariah sebagai sumber pembiayaan jangka panjang perusahaan.

Saras dengan hal itu, Direktur Keuangan SMDR Ridwan Hamid mengungkapkan bahwa pihaknya telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) dengan nilai di atas US$300 juta demi menunjang ekspansi bisnis korporasi.

Sampai dengan saat ini, berkisar 25% dari keseluruhan total anggaran belanja modal tersebut telah berhasil direalisasikan. Dana investasi itu dialokasikan untuk membiayai beberapa proyek strategis, salah satunya mencakup pengembangan galangan kapal (shipyard) di wilayah Madura yang didanai lewat penerbitan sukuk.

"Proyek shipyard di Madura terus berjalan dan progresnya saat ini sudah mencapai sekitar 27%. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan proyek tersebut sesuai target pada akhir 2027," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hingga periode Maret 2026, SMDR terdokumentasi mengantongi pendapatan sebesar US$184,3 juta, laba usaha senilai US$18,3 juta, serta capaian laba bersih US$10,1 juta. Jumlah aset total milik perseroan terdongkrak menjadi US$1,46 miliar, sementara ekuitasnya merangkak naik ke angka US$785,3 juta.

Di sisi lain, mengacu pada laporan keuangan tahun buku 2025, Samudera membukukan pendapatan di angka US$801,7 juta. Perusahaan juga sukses mencatatkan laba usaha sebesar US$93,7 juta dan keuntungan bersih senilai US$52,1 juta. 

Ditinjau dari posisi neraca keuangan, total aset perusahaan berada di angka US$1,43 miliar dengan posisi ekuitas sebesar US$773,5 juta.

Reporter: Gemilang Ramadhan