Saham Blue Bird Naik 9% dalam Sebulan, Dividen Capai 9,2%

ILUSTRASI, Investor diingatkan waspada terhadap potensi dividen trap pada saham Blue Bird menjelang cum date hari ini. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:55:50 WIB

JAKARTA – Para pemegang modal diimbau untuk berhati-hati terhadap risiko dividen trap dari saham PT Blue Bird Tbk (BIRD). Tepat pada hari ini, Jumat (26/6/2026), merupakan tanggal cum date bagi saham BIRD yang menawarkan yield dividen hingga mendekati angka 10%.

Di lain pihak, nilai saham emiten transportasi taksi ini sudah merangkak naik cukup signifikan. Mendekati momen cum date, nilai saham BIRD pada sesi penutupan pasar hari Kamis (25/6/2026) bertengger di posisi Rp 1.690, mengalami peningkatan sebesar 25 poin atau naik 1,50%.

Dalam kurun waktu sebulan terakhir, pergerakan saham BIRD tercatat menguat sebesar 140 poin atau melesat sekitar 9,03%. Saham BIRD menjadi salah satu aset yang menunjukkan performa impresif di kala pasar sedang mengalami tekanan, di mana IHSG justru terkoreksi sebesar 2,13% pada periode yang sama hingga terperosok ke level 5.999,04.

Melalui RUPST yang dilaksanakan pada hari Kamis (18/6/2026), BIRD secara resmi menyetujui pembagian dividen tunai bernilai Rp 166 per lembar saham. Alokasi laba tersebut merepresentasikan sekitar 65,3% dari total keuntungan bersih yang diraih oleh entitas induk untuk tahun buku 2025.

Berdasarkan posisi harga teranyar, yield dividen dari saham BIRD ini menyentuh angka 9,2%. Rasio keuntungan ini terpantau melampaui hingga tiga kali lipat dari besaran suku bunga penjaminan yang ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Merujuk pada ketetapan RUPST, dividen tersebut bakal disalurkan kepada para pemegang saham yang namanya sah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per tanggal 30 Juni 2026. Adapun proses pencairan atau pembayaran dividen tunai ini dijadwalkan bakal terealisasi pada tanggal 10 Juli 2026.

Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, menyampaikan bahwa pembagian dividen tersebut menjadi wujud nyata dari komitmen perseroan untuk senantiasa menghadirkan nilai tambah bagi para investornya. "Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang," ujar Adrianto sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sepanjang tahun buku 2025 yang lalu, Blue Bird sukses membukukan laba tahun berjalan hingga mencapai Rp 643 miliar, atau mengalami pertumbuhan sebesar 9% jika dikomparasikan dengan pencapaian tahun sebelumnya. Omzet atau pendapatan bersih yang dikantongi perusahaan pun turut terkerek naik sebesar 13% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 5,7 triliun.

Sisa dari keuntungan bersih yang tidak dialokasikan untuk dividen nantinya bakal dimasukkan ke dalam pos laba ditahan demi memperkuat modal kerja operasional. 

Komisaris Utama Blue Bird, Bayu Djokosoetono, memberikan penilaian bahwa perseroan dinilai sangat cakap dalam memelihara stabilitas kinerja yang sehat sekaligus konsisten dalam mengimplementasikan arah strategi bisnisnya.

Menurut pandangannya, konsistensi yang ditunjukkan tersebut menjadi basis krusial bagi Blue Bird untuk terus mendatangkan nilai tambah bagi seluruh stakeholders. Menatap periode ke depan, manajemen akan terus memperkokoh lini bisnis utama mereka, memperluas jangkauan bisnis di sektor non-taksi, serta mempertahankan efisiensi pada pos operasional demi mendongkrak daya saing di pasar.

Reporter: Gemilang Ramadhan