NCKL Kebut Smelter RKEF Ketiga dan Pabrik Quicklime di Pulau Obi

Ilustrasi: Pembangunan smelter RKEF ketiga NCKL di Pulau Obi mendekati finalisasi dengan kapasitas 185.000 ton nikel metal per tahun. (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 01 Juli 2026 | 11:19:04 WIB

JAKARTA – Emiten pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau Harita Nickel, tengah mempercepat penyelesaian tiga proyek strategis di Kawasan Industri Pulau Obi, Maluku Utara.

Proyek tersebut mencakup fasilitas pengolahan nikel Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) ketiga, pabrik pengolahan batu kapur menjadi quicklime, serta fasilitas daur ulang sisa hasil pengolahan (tailing recycling).

Direktur Utama NCKL, Roy Arman Arfandy, menyampaikan bahwa smelter RKEF ketiga yang dikerjakan melalui PT Karunia Permai Sentosa (KPS) memiliki 12 lini produksi dengan total kapasitas terpasang 185.000 ton nikel metal per tahun.

“KPS merupakan RKEF plan yang ketiga kami. Sedang dalam proses finalisasi,” ujarnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Perseroan telah menuntaskan pembangunan 10 lini produksi sepanjang 2025, sementara dua lini terakhir rampung pada kuartal I/2026.

Manajemen kini mulai melakukan peningkatan operasional secara bertahap pada beberapa lini produksi menuju kapasitas penuh.

Roy menargetkan seluruh 12 lini produksi KPS dapat beroperasi maksimal pada akhir tahun ini.

Tambahan pasokan dari proyek KPS diproyeksikan akan mendongkrak akumulasi kapasitas terpasang feronikel Harita Nickel di Pulau Obi menjadi 305.000 ton per tahun pada akhir 2026.

Portofolio ini melengkapi fasilitas eksisting yakni PT Megah Surya Pertiwi (MSP) dengan kapasitas 25.000 ton per tahun dan PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF) berkapasitas 95.000 ton per tahun.

Harita Nickel juga mempercepat pembangunan pabrik quicklime melalui perusahaan patungan PT Cipta Kemakmuran Mitra (CKM) untuk menekan biaya eksternal.

Produk dari CKM berfungsi sebagai komponen kimia penunjang dalam proses pemurnian bijih nikel kadar rendah pada fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL).

“CKM akan menghasilkan quicklime untuk digunakan dalam proses HPAL maupun di PT Halmahera Persada Legend maupun di Obi Nickel Cobalt, keduanya HPAL plant yang sudah beroperasi di Pulau Obi,” ucap Roy sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Output tersebut akan langsung disuplai untuk memenuhi kebutuhan operasional dua fasilitas HPAL yang dikelola anak usaha, yaitu PT Halmahera Persada Lygend (HPL) dan PT Obi Nickel Cobalt (ONC).

Reporter: Akbar