Intip Saham Teknologi Donald Trump yang Naik 16 Persen di Tahun 2026

Kekayaan Donald Trump mencapai US$ 6 miliar menurut data Forbes tahun 2025. (Foto: NET)
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:38:14 WIB

JAKARTA – Laporan tahunan kantor etika pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan sumber penghasilan Presiden Donald Trump yang sangat bervariasi. Pendapatannya berasal dari berbagai aset mulai dari kripto, resor golf, klub, hingga royalti serta pembelian saham sektor teknologi.

Menurut data Forbes, kekayaan Trump kini mencapai US$ 6 miliar atau Rp 107,74 triliun yang meningkat dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, indeks miliarder Bloomberg mencatat total kekayaannya menyentuh angka US$ 7,6 miliar atau Rp 136,48 triliun.

Pengungkapan tersebut juga merinci aksi pembelian saham besar-besaran oleh Trump pada 18 Agustus 2025. "dokumen itu menunjukkan tiga pembelian berturut-turut dari beberapa nama terbesar di sektor teknologi yakni Apple, Microsoft, dan Nvidia," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Setiap transaksi tersebut bernilai antara US$ 5 juta hingga US$ 25 juta atau setara Rp 89,98 miliar sampai Rp 449,90 miliar. Pembelian saham Nvidia tersebut dilakukan tepat satu minggu setelah pengumuman kesepakatan ekspor chip H2O ke China.

Selain itu, Apple juga baru saja mengumumkan investasi tambahan sebesar US$ 100 miliar atau Rp 1.799 triliun di Amerika Serikat. Trump pun tercatat membeli saham Amazon senilai US$ 500.000 hingga US$ 1 juta pada 23 September 2025.

Di sisi lain, saham Nvidia kembali mencetak rekor baru pada Senin, 27 April 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah momentum kebangkitan kecerdasan buatan menjelang laporan laba perusahaan besar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Google Finance, saham Nvidia naik 4 persen menjadi USD 216,61 pada perdagangan Senin tersebut. Kapitalisasi pasar perusahaan ini pun sukses menyentuh angka USD 5,26 triliun atau Rp 90.713 triliun.

Minggu ini, sejumlah raksasa teknologi seperti Amazon, Meta, Microsoft, dan Alphabet dijadwalkan merilis laporan laba. Kinerja keuangan tersebut diprediksi dapat memengaruhi pergerakan saham Nvidia ke depannya.

Analis Wedbush, Dan Ives, meyakini prospek saham Nvidia masih sangat cerah. Hal ini didorong oleh fokus investor pada tren monetisasi kecerdasan buatan dan belanja modal perusahaan raksasa Magnificent 7.

"meningkatnya komitmen belanja AI dari perusahaan-perusahaan besar Magnificent 7 dapat memperkuat asalan untuk investasi di Nvidia," sebagaimana dilansir dari berita sumber. JPMorgan pun turut memasukkan Nvidia ke dalam daftar pilihan investasi kecerdasan buatan dan cloud teratas mereka.

Para analis memperkirakan permintaan kecerdasan buatan akan memicu pertumbuhan bisnis GPU pusat data Nvidia dalam jangka panjang. Hingga saat ini, sebagian besar analis Wall Street masih merekomendasikan untuk membeli saham Nvidia, yang tercatat telah naik 16 persen sepanjang tahun 2026.

Reporter: Gemilang Ramadhan