Perkuat Bisnis, WINR Akuisisi 60 Persen Saham Laxo Global Akses

ILUSTRASI, PT Winner Nusantara Jaya Tbk resmi mengakuisisi 60 persen saham PT Laxo Global Akses. (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 07 Juli 2026 | 14:33:54 WIB

JAKARTA – PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) telah menandatangani perjanjian pendahuluan untuk mengambil alih 60 persen saham PT Laxo Global Akses (LGA), sebuah entitas penyedia layanan Internet Service Provider (ISP) serta infrastruktur digital yang berpusat di Jakarta. Langkah akuisisi ini merupakan elemen dari rencana transformasi bisnis WINR dalam menciptakan ekosistem properti yang berbasis digital.

Perseroan memandang bahwa tingginya permintaan masyarakat terhadap konektivitas berkecepatan tinggi menjadikan layanan internet sebagai infrastruktur krusial yang mendukung kawasan hunian, komersial, hotel, hingga kawasan terpadu.

Melalui aksi korporasi tersebut, WINR mengincar penguatan daya saing proyek serta penciptaan sumber pendapatan berulang (recurring revenue) guna menopang pertumbuhan kinerja jangka panjang.

Direktur Utama PT Winner Nusantara Jaya Tbk, Yusmen Liu, menyatakan bahwa transformasi digital telah menjadi keharusan bagi sektor properti.

Ia menilai akuisisi LGA akan memperkokoh ekosistem bisnis Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, serta para pemangku kepentingan.

"Selain meningkatkan daya saing proyek, kami melihat peluang terbentuknya pendapatan berulang yang akan mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan," ujar Yusmen dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Yusmen menambahkan bahwa ke depan, WINR tidak ingin hanya dikenal sebagai pengembang properti saja, melainkan sebagai pengembang kawasan modern yang memadukan infrastruktur digital, konektivitas, teknologi, dan beragam layanan dalam satu ekosistem. 

Menurut Yusmen, akuisisi LGA adalah tahap awal dari strategi jangka panjang Perseroan untuk memperkuat platform bisnis, memperbaiki kualitas pendapatan, serta menghadirkan nilai tambah yang berkesinambungan bagi para pemegang saham.

Selanjutnya, WINR berencana mengintegrasikan teknologi digital di setiap tahap pembangunan kawasan. Kehadiran LGA diharapkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan konektivitas proyek WINR, namun juga menjadi landasan bagi pengembangan layanan digital lain seperti smart home, building management system, Internet of Things (IoT), serta layanan komputasi awan.

Akuisisi ini menciptakan sinergi yang menguntungkan bagi kedua pihak. Bagi WINR, kepemilikan atas perusahaan ISP memungkinkan penyediaan layanan internet terintegrasi di seluruh proyek Perseroan, yang pada gilirannya meningkatkan nilai kawasan serta membuka peluang pendapatan berulang. 

Di sisi lain, LGA mendapatkan akses ke portofolio proyek WINR di berbagai daerah di Indonesia sebagai captive market untuk memperluas jangkauan jaringan dan basis pelanggan secara lebih efisien. 

Sinergi ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan bisnis properti dan infrastruktur digital secara berkelanjutan.

Melalui akuisisi ini, menurut Yusmen, WINR memperluas model bisnis dari pengembang properti konvensional menjadi pengembang ekosistem properti yang terintegrasi dengan infrastruktur digital. 

Integrasi layanan internet diharapkan dapat meningkatkan daya saing proyek sekaligus menghasilkan pendapatan berulang yang lebih stabil. Selain melayani proyek internal WINR, LGA akan tetap menjalankan bisnisnya untuk melayani pelanggan korporasi, instansi pemerintah, dan ritel.

WINR menaruh optimisme terhadap prospek industri konektivitas digital di Indonesia. Berdasarkan Survei Profil Internet Indonesia 2026 dari APJII, penetrasi internet nasional telah menyentuh angka 81,72 persen atau sekitar 235,26 juta pengguna. 

Di sisi lain, Statista memproyeksikan jumlah pengguna internet Indonesia akan meningkat menjadi 269 juta pada tahun 2028. WINR menilai tren tersebut memberikan peluang pertumbuhan yang luas bagi layanan internet tetap, khususnya di kawasan pengembangan baru. 

Akuisisi LGA juga mendukung strategi WINR dalam mengembangkan kawasan Smart City di Bogor yang direncanakan akan dikembangkan secara bertahap dari sekitar 30 hektare hingga mencapai sekitar 1.000 hektare.

Reporter: Gemilang Ramadhan